√ Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara, Terbaik, Melegenda dan Terpopuler di Indonesia Terbaru [Update)

√ Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara, Terbaik, Melegenda dan Terpopuler di Indonesia Terbaru [Update)

Cerita Rakyat – Hallo Sahabat Amanah? Bagaimana kabarnya? Semoga kalian dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Sahabat mungkin sudah tahu ya?

Negara kita Indonesia ini tidak hanya memiliki kaya akan bahasa, suku, makanan, adat maupun tarian saja, akan tetapi kita memiliki warisan budaya.

Salah satu diantaranya adalah Cerita Rakyat yang turun temurun yang disampaikan oleh lisan ke lisan orang tua kita, bahkan kakek nenek atau guru di sekolah.

Hampir semua daerah-daerah di Indonesia mempunyai Cerita Rakyat Masing-masing.

Sahabat, mari kita-ingat ingat kembali Cerita Rakyat yang kita dengar, mari simak kisah berikut ini:

Cerita Rakyat Nusantara Legenda Lutung Kasarung

Cerita Rakyat
Cerita Rakyat / Vidio.com

Pada Zaman dulu kala disebuah daerah ada seorang raja yang bernama Prabu Tapak Agung.

Sang Raja telah memimpin wilayahnya dengan sangat bijaksana, sehingga sang raja dicintai oleh rakyatnya itu.

Prabu Tapak Agung memiliki dua putri yang sangat cantik sekali. Anak yang tertua diberi nama Purbararang, dan adiknya diberi nama Purbasari.

Suatu ketika, pada saat mendekati akhir hayatnya, Sang Prabu meminta anak bungsunya purbasari untuk menggantikan kedudukan posisi ayah handanya untuk memimpin kerajaan.

“Purbasari anakku, aku sudah capek dan terlalu tua untuk memimpin kerjaan ini, jadi sudah waktunya aku turunkan tahta ini padamu padamu,” ucapan sang raja.

Purbararang yang merupakan kakak dari purbasari tidak mensetujui dengan perintah ayah handanya. Purbararang merasa bahwa ia adalah anak yang paling tertua, maka dia lah seharusnya yang memimpin kerajaan ayah handanya.

Sang kakak yang geram dan sangat iri terhadap adiknya kemudian berencana untuk mencelakakan sang adik.

Sang kakak purbararang kemudian pergi untuk menemui seorang nenek sihir. Ia meminta kepada nenek sihir tersebut untuk memantrai adiknya.

Konon ceritanya mantera nenek sihir itu sangat parah sekali. Purbasari sang adik tiba-tiba kulitnya menjadi buruk dan bertotol-totol yang sangat hitam, dan itu semua dijadikan alasan Purbararang untuk mengusirnya dari istana kerajaan ayah handanya.

“Pergi dari sini!” kata Purabararang kepada adiknya Purbasari. “Orang yang dikutuk seperti kamu tidak pantas untuk dan layak menjadi seorang ratu di Istana ini, bahkan tidak layak untuk tinggal di sini!” lanjutnya.

Sang kakak Purbararang kemudian menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan adiknya di tengah tengah hutan.
Walapun dengan berat hati, Sang Patih tersebut menuruti apa yang diperintahkannya.

Akan tetapi, di tengah hutan belantara, Patih yang sebenarnya baik hati terhadap Purbasari itu tidak langsung meninggalkannya sendirian di hutan.

Cerita Rakyat
Cerita Rakyat / youtube.com

Sang Patih kemudian membuatkan sebuah pondok kecil untuk Purbasari yang kondisinya mengkhawatirkan itu, dan bahkan sang Patih menasehatinya sang putri yang malang itu, agar memintanya selalu tabah dan sabar menghadapi cobaan yang dihadapinya.

Purbasari selama berada di dalam hutan, tidak pernah merasakan kesepian. Purbasari yang merupakan sang putri sekaligus baik hatinya itu memiliki teman yang banyak dari golongan hewan, yang juga selalu baik kepadanya.

Di antara hewan yang jumlahnya ratusan itu menjadi temannya, ada seekor kera yang berbulu berwarna hitam yang sangat mestirius. Di antara hewan yang lain, sang kera lah yang paling perhatian dan baik hati kepda Purbasari.

Bahkan Si kera tersebut sering dibawakan berupa buah buahan dan bunga yang dijadikan hiburan untuk sang putri.

Kemudian sang puri memberi nama kera tersebut Lutung Kasarung. Suatu ketika malam hari, di saat bulan purnama bersinar, si kera tersebut yang sekaligus menjadi teman Purbasari pergi ke tempat yang sangat sepi sekali tujuannya adalah untuk bersemedi.

Sesudah bersemedi yang cukup lama, sang kera tiba-tiba tanah di sekitar tempat bersemedi itu mulai muncul atau mengeluarkan air yang sangat jernih dan bauknya harum, tak lama kemudian air itu membentuk sebuah telaga kecil.

Menjelang paginya, sang kera meminta kepada Purbasari untuk mandi di telaga kecil itu. Padahal Purbasari masih ragu untuk menuruti perintah sang kera, tetapi lama kelamaan sang Putri menuruti apa yang disuruhnya.

Kemudian hal yang Ajaib pun terjadi. Usai mandi, tiba-tiab kulit Purbasari menjadi bersih seperti semula.
Purbasaripun seketika itu berubah sedia kala menjadi wanit ayang sangat cantik jelita. Sang Putripun terkejut dan merasa sangat gembira karena kecantikannya telah kembali.

pada hari yang sama, Purbararang yang sangat jahat kepada adiknya itu pun sontak ingin sekali untuk melihat Purbasari yang berada di hutan belantara.

Kemudian Purbararang pergi kehutan bersama tunangannya dan beberapa seorang prajurit kerajaan. Pada waktu melihat adiknya atau Purbasari yang kembali cantik, Purbararang kemudian terkejut.

√ 1001+ Nama Olshop yang Bagus, Keren, Islami, Kecantikan, Hijab, Unik, Hoki, Instagram, Fashion, Kecantikan [PALING LENGKAP]

melihat hal tersebut Purbararang yang jahat itu tidak menyerah. Dia malah mengajak Adiknya untuk mengadu kesaktiannya, yaitu bila siapa yang rambutnya panjang maka dialah yang menang.

Kejadian anehpun terjadi, tiba iba rambut Purbasari menjadi panjang dan ternyata, rambut Purbasari lebih panjang dari kakaknya, jadi Purbasarilah yang menang.

Masih Belum menyerah kemudian Purbarang mengajak Purbasari untuk adu tampan tunangan, kemudian ditunjukkan tunanganya Purbarang yang tampan, melihat hal itu Purbasari kebingungan karena di sekitar itu cuma tidak ada laki-laki selain monyet.

Purbasari langsung menarik monyet sahabat dekatnya itu. pada waktu bersamaan Purbararang menertawakan adiknya itu “jadi ini tunanganmu seekor monyetkah?” Purbarang meledik dengan muka yang sangat sinis.

Tiba-tiba suatu keajaiban telah datang, sang kera sekaligus sahabat Purbasari itu langsung berubah menjadi Pria yang sangat tampan, jauh lebih baik dari pada tunangan kakaknya Purbararanng.

Inilah Cerita Rakyat Nusantara Legenda Lutung Kasarung, Cerita Rakyat Nusantara Timun Mas, Cerita Rakyat Nusantara Gunung Tangkuban Prahu, Cerita Rakyat Nusantara Danau Toba, Cerita Rakyat Nusantara Bawang Merah dan Bawang Putih, Cerita Rakyat Nusantara Roro Jongkrang, Cerita Rakyat Nusantara yang melegenda.

Semua pengawal yang melihat kejadian itu langsung terheran-heran dan bersorak-sorak gembira karena tuan putri Purbasari yang baik hati menang dari Kakaknya.

Kemudian Purbarang mengakui kekalahannya, Kesalahannya dan meminta Maaf. Sang Adik Purbasari yang sangat baik itu tidak dendam kepada kakaknya dan bahkan tidak menghukum kakaknya yang jahat itu.

Akhir Cerita Purbasari kemudian telah menjadi Seorang Ratu yang menggantikan Ayahnya dan menjadi pemimpin kerajaan dengan sangat bijaksana.

Selama menjadi Ratu, Purbasari ditemani oleh seorang laki-laki yang sangat tampan yang dulunya menemaninya dengan setia dalam wujud seekor Lutung Kasarung.

Cerita Rakyat Nusantara Gunung Tangkuban Prahu

Cerita Rakyat
Cerita Rakyat / youtube.com

Mengisahkan pada jaman dahulu kala seekor babi tengah melintas di sebuah hutan yang sangat luas.

Seekor Babi hutan itu sedang merasa kehausan di tengah panasnya terik sinar ultra violet matahari.

Pada saat itu ia cari-cari mata air, dia melihat ada air yang terempang di pohon keladi yang ada dalam hutan.

Segeralah diminumnya air itu untuk melepas rasa haus nya. Tidak sadar air itu adalah air seni Raja Sungging Perbangkara.

Karena kesaktian Raja Sungging Perbangkara, babi hutan itu pun mengandung setelah meminum air seninya. Sampai sembilan bulan kemudian si babi hutan melahirkan seorang bayi perempuan nya.

Raja Sungging mengetahui jika adanya bayi perempuan yang terlahir karmakan air seninya itu, Ia pun pergi ke hutan untuk dpt menemukan bayi itu.

Ditemukan lah bayi tersebut, dan dia pun memberinya nama Dayang Sumbi dan membawa pulang ke istana kerajaan nya.

Putri Dayang Sunbi tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik paras nya. Serasa tak terbilang jumlahnya para raja, pangeran dan bangsawan yang berkehendak menjadikan istri anak perempuan Raja Sungging Perbangkara tersebut.

Namun, dari semua pinangan itu di tolak Dayang Sumbi dengan nada halus. Hal yang Sama sekali tidak diduga oleh Dayang Sumbi, mereka yang ditolak pinangannya itu saling berperang sendiri untuk bisa memperebutkan dirinya.

Sang putri sangat bersedih mengetahui kenyataan bahwa para pangeran, raja dan bangsawan yang ditolaknya saling melakukan peperangan di antaranya.

Ahirnya diapun memohon kepada Raja Sungging Perbangkara untuk mengasingkan dirinya. sang Raja pun akhirnya mengijinkan anaknya tersebut untuk mengasingkan dirinya dari kerajaan.

Sang putri Dayang Sumbi mengasingkan diri di sebuah bukit ditemani oleh seekor anjing jantan yang nama nya si tumang.

Dayang sumbi mengisi selama dalam pengasingan dan kekosongan waktunya yaitu sambil dengan menenun.
Di saat Dayang Sumbi sedang menenun, peralatan tenunannya terjatuh.

Ketika itu Dayang Sumbi merasa malas untuk mengambilnya kembali. Terucaplah kata-kata yang tidak terlalu disadarinya.

”Siapapun juga yang bersedia mengambilkan peralatan tenunku yang terjatuh, seandainya itu lelaki akan kujadikan suami, jika dia perempuan dia akan kujadikan saudara.”

Tak diduga si tumang/anjing nya itu memungut peralatan tenun yang terjatuh itu dan memberikannya kepada putri Dayang.

Tidak ada lagi yang dapat diperbuat Dayang Sumbi selain memenuhi ucapannya yang tadi. Ahir nya dia menikah dengan Si Tumang yang ternyata titisan dewa.

Si Tumang sendiri adalah dewa yang dikutuk menjadi hewan dan dibuang ke planet bumi. Beberapa bulan pernikahan, Dayang Sumbi pun mengandung sampai melahirkan seorang anak laki-laki Dayang Sumbi memberikan nama Sangkuriang.

Tahun demi tahun tlah dilewaty, Sangk uriang telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan wajahnya, Gagah, Tubuhnya kuat dan kekar dan Sakti mandraguna pula.

Mulai sejak kecil Sangkuriang telah senang pergi berburu. ketika melakukan perburuan di hutan. Sangkuriang senantiasa ditemani oleh si tumang/ (sekaligus ayah nya).

Sangkuriang sama sekali tidak tahu bahwa si Tumang adalah ayah kandungnya sendiri. Di saat hari Sangkuriang di temani Tumang ayah nya, kembali melakukan perburuan di hutan.

Beberapa saat setelah berada di dalam hutan, Sangkuriang melihat seekor kijang yang tengah makan rumpur di balik semak-semak.

Sangkuriang menyuruh si tumang untuk mengejar kijang itu Sangat aneh, si Tumang yang biasanya penurut, ketika itu tidak menuruti keinginannya.

Sangkuriang menjadi marah.kepada si tumang lalu iya berkata.” Jika engkau tetap tidak menuruti perintahku, niscaya aku akan mebunuhmu.”

Cerita Rakyat
Cerita Rakyat / cerita-anak-indo.blogspot.com

Ancaman anak itu seakan tidak dipedulikan si Tumang. Karena mersa janggal dan marah, Sangkuriang malah membunuh si Tumang selaku ayah nya sendiri.

Lalu hati anjing hitam itu diambilnya dan dibawanya pulang ke rumah. Sangkuriang memberikan hati si Tumang kepada ibunya untuk di jadikan santapan nya.

Tanpa disadari oleh Dayang Sumbi bahwa hati yang diberikan anaknya adalah hati suaminya sendiri, dia kemudian memasak dan memakan hati itu.

Inilah Cerita Rakyat Nusantara Legenda Lutung Kasarung, Cerita Rakyat Nusantara Timun Mas, Cerita Rakyat Nusantara Gunung Tangkuban Prahu, Cerita Rakyat Nusantara Danau Toba, Cerita Rakyat Nusantara Bawang Merah dan Bawang Putih, Cerita Rakyat Nusantara Roro Jongkrang, Cerita Rakyat Nusantara yang melegenda.

Maka, tak bisa tahan lagi amarah Dayang Sumbi kepada Sangkuriang ketika dia tahu hati yang dimakannya adalah hati si Tumang suami nya. Langsung iya meraih gayung yang terbuat dari betok kepala dan memukul kepala Sangkuriang, hingga kepala Sangkuriang menegluarkan darah.

Anak itu sangatlah berang dan sakit hati dengan perlakuan ibunya itu, menurutnya, Ibunya lebih menyayangi si Tumang dibandingkan dirinya sendir.

Nekat, tanpa izin kepada Dayang Sumbi ibunya, Sangkuriang lantas pergi mengembara ke arah keluar nya matahari.
Ibu nya sangat menyesal setelah mengetahui kepergian Sangkuriang anaknya itu dan dia pun bertapa dan memohon ampun kepada para dewa atas kesalahan yang di perbuat terhadap anaknya.

Dewa mendengarkan permintaan nya, mereka menerima permintaanmaaf itu dan mengaruniakan iya kecantikan abad.

Di dalam pengembaraanya Sangkuriang terus menambah kesaktiannya dengan belajar kepada orang-orang sakti yang ditemuinya selama mengembara.

Bertahun-tahun Sangkuriang mengembara tanpa disadari dia kembali ke tempat dimana iya lahir.

Sangkuriang terpukau dengan kecantikan DayangSumbi yang iya milki, dia tidak menyadari bahwa perempuan cantik yang ditemuinya di hutan adalah ibuk kandungnya sendiri.

Begitu pula rasa yang sama terjadi juga pada Dayang Sumbi yang tidak menyadari pemuda gagah yang sakti itu adalah Sangkuriang putra kandung sendiri.

Prantara saling jatuh cinta mereka merencenakan untuk melanjutkah kemenikah.

Sebelum rencananya berlangsung Sangk uriang berniat untuk berbur DayangSumbi membantu Sangkuriang memasangkan penutup kepalanya.

Saat itulah dayang Sumbi melihat luka di kepala calon suaminya itu, teringatlah dia pada anak lelakinya yang telah meninggalkannya bertahun-tahun.

Dia sangat yakin pemuda gagah itu tidak lain adalah Sangkuriang anaknya sendiri.

Lalu Dayang Sumbi kemudian menjelaskan bahwa iya sesungguhnya adalah ibu kandung darinya. maka dari itu dia tidak bersedia menikah dengan anak kandungnya sendiri.

Tapi, Sangkuriang yg telah dibutakan oleh hasrat tidak memperdulikan penjelasan Dayang Sumbi, dia tetap bersikukuh akan menikahi nya.

“Jika memang begitu kuat keinginanmu untuk menikahiku, aku mau engkau memenuhi satu permintaan dari ku” Kata Dayang Sumbi

“Apa permintaan yang engkau kehendaki dayang.” Tantang Sangkuriang.

Dayangsambi memberikan syarat sangat berat, dia ingi disungai citarum dibendung untuk menjadikan danau, dan didalam danau itu ada perahu besar.

” Semua itu harus dapat engkau selesaikan dalam waktu se malam.” saut iya.” Sebelum fajar terbit, kedua syarat itu harus telah selesai engaku kerjakan.”

Tanpa ada keraguan Sangkuriang menyanggupi permintaan dari Dayang Sumbi.” Baiklah, aku akan memenuhi permintaanmu itu.”

Sangkuriang segera bekerja mewujudkan permintaan dari Dayang sumbi. Pertama kali iya menebang sebuah pohon besar untuk dibuatnya sebuah perahu yang di di inginkan nya.

Cabang serta ranting pohon yang tidak dibutuhkannya di kumpulkan jadi satu.

Tumpukan dari cabang dan ranting pohon itu dikemudian hari menjelma menjadi gunung Burangrang, Begitu pula tunggul pohon itu kemudian berubah menjadi sebuah gunung yang kerap dikenal gunung bukit tinggul.

Sebuah Perahu besar itu akhirnya tlah dibuat oleh Sangkuriang. Pemuda gagah itu lantas berniat membendung aliran sungai Citarum yang deras untuk dibuat danauk.

Lalu Sangkuriang kemudian memanggilah para makhluk halus untuk membantunya mewujudkan permintaan Dayang sumbi ibu nya.

Segala yang dilakukan Sangkuriang diketahui oleh Dayang Sumbi. Terbit kecemasan dalam hati Dayang Sumbi ketika melihat pekerjaan Sangkuriang sebentar lagi selesai.

Akhirnya dayang sumbi mencari akal untuk menggalkan sangkuriang agar pernikahannya tidak terlaksana.

Setelah berdoa, akhirnya Dayang Sumbi mendapatkan penunjuk dari leluhurnya. Kemudian DayangSumbi langsung menebarkan boah rarang (kain putih hasil tenunan) hasil dari tenunan sendiri.

serta juga memkasa ayam jantan berkokok disaat waktu masih malam hari. Makhluk halus sangat ketakutan ketika mengetahui fajar telah datang.

Akhirnya mereka sangkuriang dan bala tentaranya menghilang begitu saja dari kesegala penjuru dan semuanya meninggalkan pekerjaannya sehingga membuat danaunya dan perahu yang belum selesai.

Sangkuriang marah besar, ia merasa Dayang Sumbi telah berlaku curang kpd nya. Ia sangat yakin jika fajar sesungguhnya belum datang.

Dia masih merasa tersedia untuk waktu baginya menyelesaikan pekerjaan. Dengan kemarahan Sangkuriang kemudian menjbol bendungan di Tikoro.

Inilah Cerita Rakyat Nusantara Legenda Lutung Kasarung, Cerita Rakyat Nusantara Timun Mas, Cerita Rakyat Nusantara Gunung Tangkuban Prahu, Cerita Rakyat Nusantara Danau Toba, Cerita Rakyat Nusantara Bawang Merah dan Bawang Putih, Cerita Rakyat Nusantara Roro Jongkrang, Cerita Rakyat Nusantara yang melegenda.

Sumbat alirannya citarum lantas dilemparkannya ke arah timur yang kemudian menjadi gunung Manglayang. Air yang awalnya memenuhi danau itu pun menjadi surut.

Serasa belum reda kemarahannya. iya lantas menendang perahu besar yang telah dibuatnya sehingga terlempat jauh dan jatuh tertelungkup.

Setelah kejadian itu kemudian prahu tersebut berubah Mnejadi gunung yang besar yang disebut Gunung Tangkuban Prahu.

Cerita Rakyat Nusantara Danau Toba

Cerita Rakyat
Cerita Rakyat / intanindri24.blogspot.com

Pada zaman dahulu di sebuah desa di pulau Sumatera Utara tinggallah petani yang bernama Toba yang hidup menyendiri danserba kekurangan di suatu lembah yang sejuk dan subur.

Pak Toba juga seorang petani dia juga mengerjakan pertanianya untuk keperluan hidupnya dan untuk dia konsumsi sendiri.

Selain mengerjakan sawah dan ladangnya, terkadang pria itu pergi memancing ke sungai yang berada lumayan dekat dari rumahnya.

Setiap kali dia memancing, dia selalu mendapat ikan yang cukup banyak karena air di sungai itu cukup jernih dan banyak sekali ikanya.

Ikan hasil pancingannya dia masak sendiri dan kemudian dia jual untuk membeli kebutuhanya. Pada suatu sore hari, setelah pulang dari kebun lelaki itu langsung pergi ke sungai untuk memancing ikan.

Akan Tetapi sudah cukup lama dia menunggu di tepi sungai namun tak seekor ikan pun didapatkanya. Kejadian yang seperti ini ,tidak pernah dialami olehnya.

biasanya ikan di sungai itu mudahia dapatkan. Karena sudah terlalu lama tak ada ikan satupun yang memakan umpan pancingnya, dia menjadi kesal dan memutuskan untuk menyudahi memancingnya.

Tetapi ketika dia hendak menarik pancinganya, tiba-tiba pancing itu disambar oleh ikan yang cukup besar yang langsung menarik pancing itu jauh ketengah sungai.

Perasaanya yang dari tadi sudah jengkel berubah menjadi bahagia, Karena dia tahu bahwa ikan yang menyambar pancingnya adalah ikan yang besar.

Setelah beberapa lama dia membiarkan pancingnya ditarik ke sana kemari oleh ikan itu, barulah pancing itu disentakkannya, dan tampaklah seekor ikan besar tergantung dan memberontak di ujung tali pancinganya.

Setelah itu ,ikan itu ditariknya ke darat supaya ikan itu tidak lepas. Sambil tersenyum bahagi mata pancingnya dia lepas dari mulut ikan yang menyambar kailnya itu.

Pada saat dia melepaskan mata pancing itu, ikan tersebut memandanginya dengan penuh arti. Kemudian, ikan itu diletakkannya di satu tempat yang berisi air dia pun menyelam ke dalam sungai untuk mandi.

Perasaannya sangat bahagia sekali karena dia tidak mengira akan mendapatkan ikan sebesar itu. Dia pun tersenyum sambil membayangkan betapa lezatnya nanti daging ikan itu kalau sudah dipanggang.

Dia pulang ke rumah di waktu senja, pria itu langsung membawa ikan besar hasil pancingannya hari ini ke dapur. Ketika dia ingin menyalakan api untuk memanggang ikan itu, ternyata kayu bakar yang ada di dapur rumahnya sudah habis.

Dia segera pergi untuk mengambil kayu bakar dari bawah kolong rumahnya yang sederhana. Kemudian, dia membawa beberapa potong kayu bakar,kemudian dia naik kembali ke atas rumahnya dan langsung menuju dapur untuk memanggang ikan tersebut, akan tetapi.

Pada saat lelaki itu tiba di dapur, dia amat terkejut sekali karena ikan besar itu sudah tidak ada lagi.di tempatnya.

Akan Tetapi di tempat ikan itu tadi terlihat beberapa hamparan keping uang emas. Karena terkejut dan heran mengalami keadaan yang aneh itu, dia meninggalkan dapur dan masuk kekamarnya dengan penuh perasaan heran.

Ketika pria itu ingin membuka pintu kamar, tiba-tiba darahnya serasa berhamburan karena didalam kamarnya itu berdiri seorang perempuan cantik dengan rambut yang panjang terurai, Perempuan itu sedang menyisir rambutnya yang indah sambil berdiri menghadap cermin yang menempel pada dinding kamar pak toba.

kemudian perempuan itu tiba-tiba saja membalikkan badannya ke arah toba. lelaki yang tegak berdiri dan merasa kebingungan di depan pintu kamar.

Pria itu menjadi sangat terpesona sekali karena wajah perempuan yang berdiri dihadapannya luar biasa cantiknya pria tersebut belum pernah melihat perempuan secantik dia, meskipun dahulu dia menggembara jauh.

Karena hari sudah larut malam,perempuan itu meminta agar lampu dinyalakan. Setelah pak toba menyalakan lampu rumahnya,dia diajak oleh perempuan itu menemaninya di dapur karena dia ingin memasak nasi untuk mereka.

Makan Sambil menunggu nasi masak,perempuan itu menceritakan kalau dia adalah penjelmaan dari ikan besar yang di tangkap oleh pak toba.

Kemudian perempuan itu menjelaskan pula bahwa beberapa keping uang emas yang berada di wadah itu adalah perwujudan sisiknya, Setelah beberapa minggu perempuan itu dilamar oleh toba dan perempuan tersebut bersedia asalkan toba berjanji bahwa dia tidak akan menceritakan asal usul perempuan tersebut.

Setahun setelah pernikahan , mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Samosir. Anak itu sangat dimanjakan oleh ibunya yang mengakibatkan anak itu berprilaku kurang baik dan pemalas.

Setelah tumbuh cukup besar, anak itu disuruh ibunya untuk mengantarkan nasi setiap hari untuk ayahnya yang bekerja di ladang.

Inilah Cerita Rakyat Nusantara Legenda Lutung Kasarung, Cerita Rakyat Nusantara Timun Mas, Cerita Rakyat Nusantara Gunung Tangkuban Prahu, Cerita Rakyat Nusantara Danau Toba, Cerita Rakyat Nusantara Bawang Merah dan Bawang Putih, Cerita Rakyat Nusantara Roro Jongkrang, Cerita Rakyat Nusantara yang melegenda.

Akan tetapi dia sering menolak mengerjakan apa yang di perintahkan ibunya, akhirnya ibunya pun yang mengantarkan nasi tersebut.

Pada Suatu hari, samosir disuruh ibunya lagi untuk mengantarkan nasi ke ladang untuk ayahnya sarapan. Mulanya dia menolak. Akan tetapi, karena terus dipaksa oleh ibunya, dengan kesal dia tetap pergi mengantarkan nasi itu untuk ayahnya.

Akan tetapi Di tengah perjalanannya untuk mengantarkan nasi,samosir memakan,sebagian besar nasi dan lauk pauknya.

Setibanya diladang ayahnya, sisa nasi yang hanya tersisa sedikit dia berikan kepada ayahnya. Saat menerimanya, sang ayah sudah merasa amat sangat lapar karena nasinya terlambat sekali diantarkan.

Oleh karena itu, si ayah menjadi sangat marah ketika melihat nasi yang diberikan kepadanya adalah sisa-sisa dari makanan samosir.

Amarahnya semakin bertambah ketika samosir mengaku bahwa dia yang telah memakan sebagian besar dari nasinya itu.

Kesabaran sang ayah jadi hilang dan dia memukul samosir sambil mengatakan: “ dasar kau Anak kurang ajar. Tidak tahu diuntung.

Betul-betul kau anak keturunan perempuan yang berasal dari ikan!”

Sambil menangis dan kecewa, anak itu berlari pulang dan menemui ibunya di rumah. Kepada ibunya dia menceritakan bahwa dia dipukuli oleh ayahnya.

Semua kata-kata hinaan yang di lontarkan ayahnya kepadanya di ceritakan pula. Mendengar cerita anaknya itu, si ibu sedih sekali, karena dia telah mengucapkan kata-kata yang seharusnya tidak boleh di ucapkan.

Ibunya samosir kemudian menyuruh samosir untuk segera pergi ke bukit yang terletak tidak jauh dari rumah mereka tinggal, dan memanjat pohon kayu tertinggi yang berada di puncak bukit itu.

Tanpa bertanya lagi, si samosir segera pergi melakukan perintah ibunya itu. Dia berlari-lari menuju ke bukit tersebut dan mendaki pohon yang berada di puncak bukit itu.

Cerita Rakyat
Cerita Rakyat / achmadrusdi.blogspot.com

Ketika samosir terlihat oleh ibunya, samosir sudah sampai di puncak pohon kayu yang dipanjatnya di atas bukit , dia pun berlari menuju ke arah sungai yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah mereka tinggal.

Ketika dia tiba di tepi sungai itu, kilat menyambar cepat disertai bunyi guruh yang sangat mengelegar.

Beberapa saat kemudian dia melompat ke dalam sungai itu dan tiba-tiba dia berubah menjadi seekor ikan besar. Pada saat bersamaan, sungai itu pun banjir besar dan turun pula hujan yang sangat lebat.

Kemudian, air sungai tersebut sudah meluap kemana-mana dan mengenangi lembah tempat sungai itu mengalir.

Pak Toba tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri , ia mati tenggelam oleh luapan air itu.

Waktu terus berjalan hingga genangan air tersebut menjadi semakin luas dan berubah menjadi sebuah danau yang sangat besar yang di kemudian hari dinamakan orang sekitar, sebagai Danau Toba.

Sedangkan Pulau kecil di tengahnya dinamai oleh masyarakat debyngan nama Pulau Samosir.

Cerita Rakyat Nusantara Bawang Merah dan Bawang Putih

Cerita Rakyat
Cerita Rakyat / youtube.com

Jaman dahulu di sebuah dusun tinggal satu keluarga yang hidup bahagia, dalam keluarga itu ada ayah,ibu, dan seorang gadis remaja yang cantik dan anggun.

Gadis remaja tersebut bernama bawang putih.Pekerjaan ayah bawang putih yaitu pedagang biasa.

Suatu hari ibu bawang putih mengalami sakit yang keras dan akhirnya ibu nya meninggal. Ayah dan bawang putih sangat berduka atas kepergian ibunya.

Didesa itu tinggal pula seorang perempuan yang sudah tidak punya suami lagi atau biasa disebut dengan janda dia yang memiliki anak bernama Bawang Merah.

Pada saat kejadian itu bawang putih hidup sendiri dengan ayahnya.

Bawang Merah sering menghampiri rumah bawang putih membawakan makanan dan membantu bawang putih sekaligus menghiburnya.

Akhirnya ayah Bawang putih mulai berpikir mungkin lebih baik kalau dia menikah lagi dengan ibu Bawang merah, agar Bawang putih tidak merasakan kesepian lagi.

Pada akhirnya ayah bawang putih pun telah memutuskan bahwa dia akan menikah lagi dengan seorang janda.

Mereka sangat baik pada menjadi satu keluarga,tetapi lama-kelamaan sifat asli mereka mulai keliatan.
jika ayah Bawang Putih sedang pergi berjualan.

Mereka sering membentak dan menyuruh bawang putih mengerjakan segala pekerjaan rumah seperti seorang pembantu, sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja.

Sementara ayah bawang putih yang tidak akan mengetahuinya karena dia berdagang dan bawang putih juga tidak pernah bercerita.

Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. semenjak itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan bebas mau kerjakan apa saja atas Bawang putih.

Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat.

5+ Macam Cara Mengatasi Insomnia Berat Secara Alami Pada / Anak / Ibu Hamil !

Bawang putih harus bangun sebelum subuh, untuk menyiapkan air untuk mandi dan sarapan untuk Bawang merah dan ibunya.Bawang putih juga harus menyirami kebun, member makan hewan ternak dan memcuci baju di sungai.

Kemudian Bawang Putih juga masih harus membereskan rumah, dan masih pekerjaan lainnya.

Tetapi Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu hari nanti ibu tirinya akan memperlakukan dia seperti anak kandung nya sendiri.

Bawang putih sering membawa wadah yang berisi pakaian dan akan di cucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menelusuri jalan di pinggir hutan kecil yang biasa dilewatinya.

Bawang putih pun langsung mencuci semua baju yang kotor.karena ditempat itu sunyi sehingga membuat terbawa suasana dan Bawang putih tidak sadar bahwa salah satu baju nya telah hanyut terbawa arus.

Bawang putih baru menyadarinya bahwa ada salah satu baju milik ibu tirinya hilang,dan posisi baju yang terhanyut itu sudah sangat jauh.

Bawang putih mencoba menghampiri sungai untuk mencari baju tersebut, Akhirnya bawang putih tidak berhasil menemukan baju tersebut.

Dengan hati yang kecewa dan merasa bersalah dan akhirnya bawang putih memberanikan dirinya untuk menceritakan kepada ibu tirinya.

“Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan pernah berani pulang ke rumah kalau kamu belum menemukannya. Mengerti?”

Bawang putih pun langsung bergegas apa yang dikatakan oleh ibu tirinya.

Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Matahari sudah mulai meninggi, namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya.

Bawang putih langsung, dengan teliti meriksa setiap akar yang masuk ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh mencari dan matahari sudah mulai tenggalam.

Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya.

Maka Bawang putih bertanya: “Permisi paman, apakah paman melihat baju merah yang hanyut melewati sungai ini? Karena saya harus membawanya ke ibu tiri saya”. “Ya tadi saya melihat baju itu nak.

Kalau kamu mengejarnya dengan cepat, mungkin baju itu akan didapat,”
kata paman itu.

“Baiklah paman, terima kasih!” kata Bawang putih dan segera berlari kembali menghampiri. Dari sini terlihat cahaya yang berasal dari sebuah gubuk tua di dekat sungai.

Bawang putih segera menelurusi rumah itu dan mengetuk pintu rumah nya.

“Permisi…!” kata Bawang putih. Seorang nenek tua membuka pintu.
“Siapa kamu nak?” tanya nenek itu.

“Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut.. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih.

“Boleh nak. Apakah baju yang kamu cari berwarna merah?” tanya nenek.

“iya nek. Apa…nenek melihatnya?” tanya Bawang putih. “Ya.

Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Tapi nenek sudah menyukai baju merah itu,” kata nenek.

“Baik aku akan mengembalikannya, tapi satu syarat ,yaitu kamu harus disini dan menemaniku selama satu minggu. karena Sudah lama aku tidak berbincang dengan orang, bagaimana?” kata nenek.

Bawang putih pun berpikir sebentar. Nenek itu terlihat kesepian.

Bawang putih pun merasa tidak enak. “Baiklah nek, saya akan disini menemani nenek selama seminggu, dan semoga nenek tidak bosan denganku,”kata bawang putih.

Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Bawang putih pun selalu mambantu nenek itu, dan merasa senang jika melihat nenek itu bahagia.

Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggil bawang putih. Disini kamu sudah seminggu dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti.

Sesuai janjiku kamu boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kamu bisa memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek.

Awalnya Bawang putih tidak menerima hadiah yang dikasih oleh nenek tersebut, tapi nenek tetap memaksanya. Dan Bawang putih pun memilih labu yang paling kecil.

“Saya tidak memilih labu yang besar karna takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya.Nenek langsung mengantarkan bawang putih ke depan rumah sambil tersenyum.

Pada saat sudah berada di rumah, Bawang putih langsung menyerahkan baju merah punya ibu tirinya sementara bawang putih pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya.

Cerita Rakyat
Cerita Rakyat / vinyhazar.blogspot.com

Dan bawang putih pun terkejut setelah melihat labu itu terbelah,dan didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak.

Bawang putih pun langsung spontan berteriak senang dan memberitahukan tentang kejadian ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan sifat serakah langsung merebut emas dan permata tersebut.

Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Dan bawang putih langsung menjelaskan kejadian yang dialaminya.

Mendengar cerita bawang putih, mereka langsung memiliki niat jahat terhadap bawang putih, bawang merah dan ibunya mempunyai rencana untuk melakukan juga dengan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya.

Inilah Cerita Rakyat Nusantara Legenda Lutung Kasarung, Cerita Rakyat Nusantara Timun Mas, Cerita Rakyat Nusantara Gunung Tangkuban Prahu, Cerita Rakyat Nusantara Danau Toba, Cerita Rakyat Nusantara Bawang Merah dan Bawang Putih, Cerita Rakyat Nusantara Roro Jongkrang, Cerita Rakyat Nusantara yang melegenda.

Dan akhirnya bawang merah mengampiri rumah nenek tua itu di pinggir sungai tersebut. Sama hal nya dengan bawang putih, bawang merah pun diminta untuk menemani nenek tersebut selama satu minggu.

Namun karena sifatnya yang pemalas, dia hanya bermalas-malasan saja dan tidak mau membantu pekerjaan si nenek.

Dan itu pun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan seenaknya saja. Dan ketika sudah waktunya pulang, bawang merah di suruh memilih satu dari dua labu sebagai hadiah.

Bawang merah langsung memilih labu yang besar dan langsung pergi tanpa mengucapkan terima kasih.

Setelah tiba di rumah, bawang merah segera menemui ibunya dan memperlihatkan labu yang dibawanya.

Karena takut bawang putih akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang putih mencuci disungai.

Dan mereka langsung masuk kamar dan menguncinya, lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut.

Setelah labu itu terbelah ternyata diluar dugaan, bukan emas permata yang didalamnya, melainkan dipenuhi dengan binatang-binatang seperti, ular, kelabang, kalajengking,dll.

Dengan cepat binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga meninggal karena keserakahan mereka.

Cerita Rakyat Nusantara Roro Jongrang

Cerita Rakyat
Cerita Rakyat / youtube.com

Jaman dahulu, hidup seorang raja dengan tubuh yang perkasa bernama Prabu Baka.

Dia adalah sosok raja memeras rakyatnya. Prabu Baka ini memimpin sebuah kerajaan yang sangat besar yaitu kerajaan Prambanan.

Kerajaan-kerajaan lain sangat patuh dan menghormati Raja Prabu Baka.

Dia memiliki patih yang setia bernama Patih Gupala. Suatu hari raja memimpin penyerangan terhadap kerajaan Pengging.

Tujuan melakukan penyerangan kerajaan pengking,karena ingin menguasai kerajaan yang makmur dan subur. Akhirnya Raja Prabu dapat mengalahkan pasukan kerajaan Pengging.

Raja kerajaan Pengging memiliki seorang ksatria sakti bernama Bondowoso.

Ia memiliki senjata yang sangat sakti bernama Bandung, dan dia sering diebut dengan sebutan Bandung Bondowoso.

Tidak hanya memiliki senjata yang sakti, Bandung Bondowoso juga mempunyai pasukan berupa jin.

Pasukan tentara jin tersebut dia pergunakan untuk membantunya dalam menyerang kerajaan lain dan juga memenuhi segala keinginannya.

Sementara Raja Pengging memberikan tugas kepada Bandung Bondowoso untuk menyerang Kerajaan Prambanan.

Keesokan harinya, bandung Bondowoso memanggil seluruh pasukan tentara jin nya untuk menyerang ke kerajaan Prambanan.

Setelah sampai di Kerajaan Prambanan, Bandung Bondowoso dan pasukan tentara langsung masuk kedalam dan langsung menyerang pasukan Kerajaan Prambanan.

Pasukan kerajaan Prambanan tidak memiliki persiapan yang membuat Raja Baka dan pasukannya yang bingung tak karuan,dan pada perang ini membuat Prabu Baka dan pasukannya tewas.

Akhirnya Bandung Bondowoso berhasil menduduki Kerajaan Prambanan.

Kabar keberhasilan Bandung Bondowoso didengar oleh Raja Pengging dan merasa sangat bahagia. Raja Pengging pun menguruh Bandung Bondowoso untuk megambil tempat Kerajaan Prambanan dan mengurusi semua isi

Kerajaan tersebut termasuk keluarga Raja Baka.

Setelah Raja Bandung Bondowoso menempati kerajaan prambanan, dia melihat seorang perempuan yang cantik dan anggun.

Perempuan yang Raja sukai ternyata putri dari Raja Prabu Baka yang bernama Roro Jonggrang. Bandung Bondowoso pun langsung menaruh hati kepada Roro Jonggrang saat pertama melihatnya.

Dan saat itu juga Raja Bandung Bondowoso langsung memanggil Roro Jonggrang dan meminta dia untuk menjadi pasangannya.

“Wahai Roro Jonggrang yang cantik jelita, maukah engkau menjadi permaisuriku?” tanya Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang.

Mendengar ungkapan isi hati Bandung Bondowoso tersebut membuat Roro Jonggrang terdiam dan bingung, karena dia takut dan sangat benci kepada Bandung Bondowoso.

Tetapi Roro juga tidak ingin menikah dengan orang yang telah membunuh ayahnya. Setelah memikirkan pertanyaan itu, akhirnya Roro Jonggrang menjawab pertanyaan Bandung Bondowoso.

“Baiklah,aku menerima lamaranmu. Tetapi aku mempunyai dua syarat yang harus kau penuhi syarat ”,jawab Roro Jonggrang.

“Apakah syaratmu itu Roro Jonggrang?”, Tanya Bandung Bandawasa.

“Buatkan aku seribu candi dan dua buah sumur dalam waktu satu malam”, Jawab Roro Jonggrang.

Setelah mendengar lontaran yang diberikan Roro Jonggrang ,Bandung Bondowoso pun langsung menerima semua syarat yang diberikan oleh Roro Jonggrang.

Dia merasa bahwa itu adalah syarat yang sangat mudah baginya, karena Bandung Bondowoso memilikii pasukan tentara Jin yang sangat banyak untuk membantunya.

Pada malam hari, Bandung Bondowoso menyiapkan para pasukan tentara jin nyadalam waktu yang cukup singkat.

Dan sesudah tentara berkumpul, Raja Bandung Bondowoso pun langsung memberikan perintah kepada semua pasukan tentaranya untuk langsung membuat sumur dan membangun seribu candi dengan sangat cepat.

Melihat kecepatan pasukan tentara Bandung Bondowoso dalam membangun candi dan membuat sumur.

Sementara itu Roro Jonggrang merasa ketakutan dan gelisah.

Dalam dua per tiga malam, hanya tinggal tiga buah candi dan satu sumur yang belum selesai.
Roro Jonggrang memiliki niat untuk menggagalkan rencana dari Bandung Bondowoso.

Karena jika syarat tersebut tidak terpenuhi pastinya pernikahan tidak akan dilakukan.

Akhirnya rencana yang dibuat Roro Jonggrang membuahkan hasil yakni sebuah ide yang sangat cemerlang.

Dia akan membuat suasana yang tadi nya malam menjadi suasan seperti pagi,Dengan cara begitu para jin nanti akan berhenti membuat mengerjakan tugasnya.

Setelah itu Roro Jonggrang pergi untuk mengumpulkan para dayang-dayang yang ada di dalam kerajaan Prambanan.

Lalu Roro Jonggrang memberikan tugas kepada dayang-dayang untuk membakar jerami dan menyembunyikan lesung serta menaburkan bunga yang bau wangi merata.

Dayang-dayang pun langsung melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Roro Jonggrang untuk membakar beberapa jerami.

Tidak lama menunggu langit pun terlihat kemerahan dan lesung pun mulai untuk dibunyikan. Bau harum dari bunga yang disebar mulai terasa oleh para jin dan membuat para ayam mulai berkokok.

Melihat langit berwarna kemerahan, lesung berbunyi dan bau harum bunga, membuat pasukan tentara jin Bandung Bondowoso pergi meninggalkan pekerjaan.

Kemudian para pasukan jin pun pergi meninggalkan tugasnya,karena mereka melihat langit sudah menandakan sudah pagi.

Melihat para pasukan tentaranya pergi, Bandung Bondowoso pun marah dan berkata. “Hai para tentaraku, hari belum pagi. Kembalilah bekerja dan selesaikan pembangunan candi ini!”.

Bandung Bondowoso menyuruh para pasukan tentaranya untuk kembali dan menyelesaikan pembangunan tersebut.

Sebenarnya hari belum pagi, tetapi disana sudah terlihat suasana pagi dan semua ini berhasil terencanakan oleh Roro Jonggrang.

Para pasukan tentara jin tersebut pun tetap pergi meninggalkan tempat kerjaannya dan tidak menghiraukan perintah dari Raja nya.

Bandung Bondowoso sangat kesal dan menyelesaikan semuanya sendiri sisa pembangunan candi yang belum terbangun.

Tetapi, sebelum Bandung Bondowoso selesai membangun sisa candi, hari sudah menjelang pagi. Dan Bandung Bondowoso pun tidak bisa memenuhi syarat yang diberikan dan otomatis gagal menikahi putrid dari Raja Prabu Baka.

Setelah mengetahui kegagalan Bandung Bondowoso dalam membuatkan dua sumur dan seribu candi.

Roro Jonggrang pun sangat bahagia dan langsung menghampiri Bandung Bondowoso.

Dan berkata “Kamu sudah gagal untuk memenuhi syarat dariku Bandung Bondowoso”.

Berita itu membuat Roro Jonggrang sangat bahagia dan menghampiri Bandung Bondowoso.

Dia berkata “Kamu sudah gagal memenuhi syarat yang sudah aku berikan, Bandung Bondowoso.” Mendengar perkataan Roro Jonggrang tersebut, membuat kemarahan Bandung Bondowoso semakin besar.

Dengan suara yang keras Bandung Bondowoso berkata “Kau yang curang Roro Jonggrang.

Kamulah yang membuat semua rencana ini dan menggagalkan pembangunan seribu candi yang sedang aku bangun.

Inilah Cerita Rakyat Nusantara Legenda Lutung Kasarung, Cerita Rakyat Nusantara Timun Mas, Cerita Rakyat Nusantara Gunung Tangkuban Prahu, Cerita Rakyat Nusantara Danau Toba, Cerita Rakyat Nusantara Bawang Merah dan Bawang Putih, Cerita Rakyat Nusantara Roro Jongkrang, Cerita Rakyat Nusantara yang melegenda.

Kemudian Bandung Bondowoso langsung mengeluarkan kalimat.

”Oleh karena itu, aku akan menguutuk kau menjadi arca yang ada di dalam candi keseribu!!!” teriak Bandung Bondowoso dengan suara keras.

Dengan kesaktian yang dimiliki oleh Raja Bnadung Bondowoso, Akhirnya Roro Jonggrang pun menjadi arca keseribu dari Candi seribu yang dia syaratkan kepada Bandung Bondowoso.

Lokasi Keseribu candi ini berada di Candi Prambanan tepatnya di Yogyakarta,, dan arca Roro Jonggrang dikenal dengan candi Roro Jonggarang diantara seribu candi lainnya yang diberi nama candi sewu.

Candi Roro Jonggang yang merupakan wujud arca dari Roro Jonggrang sampai saat ini masih bisa kita temukan di Lokasi Candi Prambanan.

Disana anda akan melihat Candi Roro Jonggrang yang dikelilingi oleh candi-candi lain yang dibangun oleh para pasukan tentara jin Bandung Bondowoso.

Cerita Rakyat Nusantara Timun Mas

Cerita Rakyat
Cerita Rakyat / youtube.com

Cerita Legenda Timun Mas dari Jawa TeDahulu kala hiduplah seorang nenek yang di sebut mbok yem, ia sangat mengingin kan seorang anak, agarada yang mau merawat nya di masa-masa tua nya itu.

Setiap harinya MbokYem pergi ke hutan untuk mencari kayu buat masak.

Suatu hari, di tengah hutan, ia bertemu dengan seorang raksasa yang sangat seram.

Badan raksasa itu lebih tinggi dari pohon, Kulitnya penuh dengan bulu yang kasar, Kulitnya gelap, Mulutnya terdapat sepasang taring yang sagat tajamdan Kukunya panjang serta kontor.

Mbo’Yem sangat ketakutan. Badannya gemetar menatap mahluk yang sangat besar.

Mahluk raksasa itu berkata dengan suara yang sangat membahana,” Heiiiiii, perempuan tua? Jangan takut, aku tidak akan menyantap mu, Kamu sudah terlalu tua Dagingmu keras dan tidak enak, Aku datang kesini hanya ingin memberikan sesuatu padamu.”

Kemudian Sang raksasa meberikan sesuatu pada mbok yem,”Silahkan Tanam benih ini dan rawatlah dengan benar dan kamu akan mendapatkan semua yang kamu harapkan selama ini; tetapi ingat kamu tidak boleh menikmatnya sendiri, kamu harus membaginya dengan saya juga sebagai tanda balas kasih kamu terhadap saya.

Mbo’Yem hanya mengangguk. lalu ia langsung pulang ke kediaman nya. sesampai Mbo’Yem dirumah, sesuai dengan petunjuk si raksasa itu, di tanamlah benih itu.

Heran mbo’iyam, keesokan harinya, benih tanaman itu telah tumbuh menjadi tanaman mentimun yang besar, Jika terkena sinar matahari, warnanya besinar seperti emas.

Timbul perasaan penasaran dengan buah mentimun itu, akhirnya di petiklah satu di antara yang paling besar.

Saat akan di belah, Mbo’Yem sangat kaget ternyata di dalam timunnya tersebut ada seorang bayi perempuan yang sangat cantikjelita.

“Jadi inikah maksud dari ucapan si raksasa.” ujarnya dalam hati Betapa senang rasanya Mbo’Yem.

Tak terlintas dlm bayangan nya akan mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cantik rupawa Karena lahir dari buah mentimun berwarna emas dan anak itu di beri nama Timun Mas.

Kesokan harinya, Mbo’Yem ke hutan dan bertemu lagi sama si raksasa Raksasa lalu iya berkata, ” kamu telah mendapatkan apa yang kau inginkan selama ini Sesuai dengan janjimu, engkau harus membaginya dgn ku.

“Mbo’Yem tambah bingung, ia menanya lagi, ” Bagaimna mungkin bayi perempuan 1 bisa dibagi?”

Kamu boleh memilikinya sampai umurnya 17thn tahun. Selanjutnya Anak itu akan akan ku jadikan makanan ku suatu saat.

” Jelas raksasa.”Baiklah Aku akan merawat anak itu dan menganggap anak itu sbg anakku sendiri sampai usia menginjak 17 thn;”.

Hari demi hari tahun berganti tahun Timun Mas sekarang tumbuh dewasa menjadi seorang gadis yang sangat baik hati dan sangat cantik jelita serta Kulitnya yang kuning langsat.

Tubuhnya tinggi, Rambutnya hitam berkilau. Semakin hari kecantikannya, semakin menawan.

Dia juga sangat rajin membantu ibunya. Timun sering menemani ibunya mencari kayu bakar di tengah hutan. Kebaikan hatinya nya lah yang membuat Mbo’Yem khawatir kehilangannya.

Mbok’Yem sangat mencintai Timun Mas.

Kini, Timun Mas sudah menginjak usia 17thn.

Tiba waktunya bagi raksasa itu untuk mengambil Timun Mas Mbo’Yem menyuruh Timun Mas bersembunyi di dalamkamar nya. Seketika terdengar suara dentuman yang sangat kuat. Itulah suara langkah kaki si raksasa. Mbo’Yem gemetar.

Perempuan tua! Mana anak perempuanmu yang telah engkau janjikan pada ku ?” teriak raksasa itu.

“Ia sedang hadus di kali, Tuan raksasa. Badan yang sangat tidak sedap pasti kamu tidak mau untuk memakannya ” Ujar Mbo’Yem.

“Baiklah. Aku akan kembali seminggu lagi. Pastikan ketika aku kembali ia sudah siap untuk ku bawa.” Ujar raksasa.
“Tentu saja. Tuan. Aku tdk akan mengecewakanmu.” Ujar Mbo’Yem.

Seketika itu pergilah raksasa itu kembali ke ketempat nya. Mbo’Yem sama Timun Mas sangat lega.

Tapi masih punya waktu semiggu untuk bersama Namun, setelah seminggu berlalu dan raksasa itu datang menghampiri lagi, ibu dan anak ini tetap tidak mau di pisahkan.

Lalu Timun Mas kembali sembunyi dan Kali ini di dapur, di dalam tempayan air yang kosong.

” Hai perempuan tua. Aku kembali untuk menagih janjimu! Cepat serahkan anak perempuanmu.” Teriak si raksasa.
” Maafkanlah, Tuan raksasa.

Timun Mas sedang menjual kayu ke tetangga. Bila saja engkau datang lebih pagi, engkau pasti bertemu dengan nya.” Ujar Mbo’Yem

Dgn setengah marah raksasa itu sambil berteriak. ” Baiklah, sak minggu kas, Jika anakmu tidak kau serahkan kepadaku akan ku hancurkan rumahmu ini.”

Mbo’Yem tambah ketakutan dan bingung denngan ancaman si raksasa tersebut.

Mbo’Yem sangat tidak rela jikalau Timun Mas menjadi makanan raksasa yang sangat jahat itu. Melihat keadaan ibunya lalu Timun Mas berkata.

” bu, janganlah bersedih. Relakanlah aku menjadi santapan raksasa” Ujar Timun Mas.

“Tdk anakku Ibu tidak akan membiarkanmu menjadi mangsa raksasa jahat itu, ibu akan melakukan apapun untuk menyelamatkanmu nyawamu.” Ujar Mbo’Yem.

Lalu Mbo’Yem pergi menemui seorang kakek yang sakti tinggal di pegunungan. Kakek tersebut memberikan benih mentimun, sebuah duri, sebutir garam, dan sepotongterasi yang bau.

Setelah Seminggu kemudian, raksasa itu mendatangi lagi. Kali ini, si raksasa sudah tidak dapat menahan emosinya yang terpendam. Kemudian Si raksasa menghentakkan kakinya ke bumi sehingga di sekitar tempat itu bergetar semua.

Cerita Rakyat
Cerita Rakyat / ebooks.gramedia.com

“Cepat serahkan anakmu atau ku habisi rumahmu! Aku sudah sangat lapar!” teriak raksasa itu.
” Maafkan, Tua raksasa. Anakku sudah berjalan ke hutan Kembalilah kamu ke hutan tempat tinggalmu.

Timun Mas sudah berada di sana sejak tadi.” Kata Mbo’berbohong.

Timun Mas sudah keluar rumah melalui pintu ada di belakang. Timun membawa semua benda yang di berikan oleh kakek sakti dari gunung tersebut.

Saat akan kembali ke hutan, si raksasa melihat Timun Mas berlari dari belakang rumah nya. Di kejarnyalah Timun Mas.

Walau panik’ Timun Ma masih mengingat perintah ibunya untuk melempar sebutir benih mentimun. Benih mentimun itu langsung berubah menjadi lading mentimun dengan buahk yang besar-besar.

Karena raksasa itu kelaparan, lalu di makanlah mentimun-mentimun di ladang itu. Setelah iya keyang’ Ia kembali mengejar Timun Mas.

Meskipun perutnya yang kekenyangan membuat jalannya menjadi lambat.

Cerita Legenda Timun Mas dari Jawa Tengah

√ 28+ Makanan Khas Sunda Asli Jawa Barat yang Paling Terkenal Enak, Lezat, Bikin Ngiler! Update Terbaru [2018]

Saat si raksasa sudah dekat Timun Mas melemparkan sebuah duri benda ke 2.

Duri tersebut berubah menjadi sebuah hutan bambu;sehingga Hutan bambu itu memperlambat jalan raksasa, Tubuhnya menjadi penuh luka karena tertusuk batang bambu.

Tapi, raksasa itu tidak pernah menyerah Ia tetap mengejar mangsanya. Kali ini, Timun Mas enaburkan sebutir garam.

Tak lama kemudian Garam itu cepat berubah menjadi lautan yang sangat luas, sehingga Sang Raksasa harus berenang ketepi, dan harus mengejar Timun Mas, Akan tetapi Raksasa itu tubuhnya sangat lelah.

Raksasa itu tetap mengejar Timun Mas walau sudah kelelahan. Timun Mas melempar sepotong terasi.

Kali ini yang terhir, dan terasi tersebut berubah menjadi lumpur hisap. Raksasa itu berteriak meminta tolong ketika tubuhnya terhisap lumpur. Dan pada akhirnya iya mati terhisap oleh lumpur.

TAMAT

Cerita Rakyat

Inilah Cerita Rakyat Nusantara Legenda Lutung Kasarung, Cerita Rakyat Nusantara Timun Mas, Cerita Rakyat Nusantara Gunung Tangkuban Prahu, Cerita Rakyat Nusantara Danau Toba, Cerita Rakyat Nusantara Bawang Merah dan Bawang Putih, Cerita Rakyat Nusantara Roro Jongkrang, Cerita Rakyat Nusantara yang melegenda. Kumpulan Cerita Rakyat Sangkurinag, Cerita Rakyat Roro Jongkrang, Cerita Rakyat Malin Kundang, Cerita Rakyat Malin Kundang, Cerita Rakyat sangkuring, Cerita Rakyat Malin kundang, Cerita Rakyat Batu Menangis, Cerita Rakyat Bahasa Jawa, Cerita Rakyat Pendek, Cerita Rakyat Jawa Timur, Cerita Rakyat Danau Toba, Cerita Rakyat Batu Menangis, Cerita Rakyat malin Kundang, Cerita Rakyat Sangkuriang, Cerita Rakyat Singkat, Cerita Rakyat Timun Mas, Cerita Rakyat Lutung Kasarung, Cerita Rakyat Nusantara, Cerita Rakyat Sangkuriang, Cerita Rakyat Bahasa Jawa , Cerita Rakyat Indonesia, Cerita Rakyat Bahasa Jawa , Cerita Rakyat Sangkuring, Cerita Rakyat Bahasa Jawa, Cerita Rakyat Nusantara, Cerita Rakyat Sangkuriang, Cerita Rakyat Nusantara, Cerita Rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih, Cerita Rakyat Nusantara, Cerita Rakyat Sangkuriang, Cerita Rakyat Danau Toba, Cerita Rakyat Bahasa Jawa, Cerita Rakyat Jawa Tengah, Cerita Rakyat Jawa Barat, Cerita Rakyat Bahasa Jawa, Cerita Rakyat Indonesia, Cerita Rakyat Sangkuriang, Cerita Rakyat Jagoan dari Betawi, Cerita Rakyat Sangkuriang, Cerita Rakyat Nusantara, Cerita Rakyat Asal Usul Banyuwangi, Cerita Rakyat Aceh, Cerita Rakyat Anak, Cerita Rakyat Asal Mula Selat Bali, Cerita Rakyat Madura, Cerita Rakyat Batu Menangis, Cerita Rakyat Surabaya, Cerita Rakyat Asal Usul Kota Surabaya, Cerita Rakyat Cidelaras, Cerita Rakyat Candi Prambanan, Cerita Rakyat Candi Borobudur, Cerita Rakyat Ciung Wanara, Cerita Rakyat Calon Arang, Cerita Rakyat Cinderella, Cerita Rakyat Candi Prambanan, Cerita Rakyat Coban Rondo, Cerita Rakyat Nganjuk, Cerita Rakyat Jawa Barat, Cerita Rakyat, Cerita Rakyat Gunung Bromo, Cerita Rakyat Gunung Kelud, Cerita Rakyat Gunung Ijen, Cerita Rakyat Gunung Krakatau, Cerita Rakyat Gerhana Bulan, Cerita Rakyat Gunung Pegat, Cerita Rakyat Gresik, Cerita Rakyat Gunung Merapi.

 

Leave a Comment

%d bloggers like this: