LEMBAGA KEUANGAN : Pengertian, Fungsi, Peran, Jenis, Contoh 2019

Lembaga Keuangan – Lembaga Keuangan merupakan suatu badan usaha yang erat hubungan nya dengan suatu modal kepemilikan yang berupa modal fisik seperti uang, emas, dan lain-lain nya serta bisa berupa juga suatu tagihan ataupun obligasi. Lembaga keuangan ini sendiri merupakan lembaga yang umumnya menghadiahkan pelayanan kepada bidang jasa.

Pengertian Lembaga Keuangan

Pengertian Lembaga Keuangan
Pengertian Lembaga Keuangan

Sedangkan berdasarkan Prof.Dr.H. Veithzal Rivai lembaga keuangan sendiri merupakan suatu lembaga yang usaha penting nya merupakan pinjam meminjam kan uang yang kesimpulannya mengakibatkan anggapan bahwa lembaga keuangan badan yang menjual uang. Sah tidaknya pendapat tersebut setiap individu berhak untuk berpendapat.

Sedangkan dari bermacam jenis pakar mengkerucutkan Lembaga Pembiayaan itu sendiri Suatu lembaga yang pengoperasian nya setiap hari erat hubungan nya dengan keuangan, bisa berupaperantara dari suatu pihak yang mempunyai uang lebih ataupun surplus keuangan kepada orang yang mempunyai kekurangan.

Atau defisit keuangan yang memutarnya sebagai suatu badan usaha mikro ekonomi seperti sektor rumah tangga, sektor pemerintah, dan sektor swasta.

Fungsi Lembaga Keuangan

Fungsi Lembaga Keuangan
Fungsi Lembaga Keuangan

Fungsi-fungsi lembaga keuangan sendiri merupakan sebagai berikut:

  1. Menjadi perantara untuk kemudahan celah penjualan ataupun pembelian dengan bentuk jasa keuangan. Hal ini bisa saja bertujuan supaya transaksi jual beli bisa dengan mudah terjadi.
  2. Menjadi lembaga yang menampung anggaran dari beberapa pihak yang diharapkan bisa disalurkan kembali pada bentuk pembiayaan bagi yang membutuhkan.
  3. Menjadi lembaga informasi bagi pengguna jasa keuangan yang tujuan nya untuk meraih suatu keuntungan di terus hari.
  4. Menjadi sebuah oenjamin bagi pengguna jasanya, umumnya jaminan ini bisa dipertanggungjawab nya di mata hukum.
  5. Membuat likuiditas sehingga di terus hari anggaran tersebut bisa dipergunakan sesuai waktunya.

Fungsi Lembaga Keuangan pada perekonomian

  1. Menjadi perantara jikalau terjadinya transaksi dari pelaku-pelaku ekonomi ataupun lebih dikatakan dengan transmission role.
  2. Menjadi perantara dan informan bagi pelaku yang mempunyai dan berlebih dengan pelaku yang kekurangan anggaran ataupun dikatakan intermediation role.
  3. Menjadi penjaga dan mencegah resiko yang berefek naif bagi pemilik anggaran serta penabung.

Perbedaan Lembaga Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan tidak Bank

Perbedaan Lembaga Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan tidak Bank
Perbedaan Lembaga Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan tidak Bank

Sebenarnya di Indonesia sendiri lembaga keuangan dibedakan sebagai 2 jenis yakni lembaga keuangan bank serta lembaga keuangan tidak bank. Hakikatnya lembaga keuangan bank di Indonesia memiliki peran sebagai suatu lembaga yang bertugas bisa menghimpun anggaran dari masyarakat.

Serta menyalurkan dana-dana tersebut sebagai sebuah kredit ataupun bentuk peminzaman yang di rasa sah secara hukum oleh pemerintah. Sedangkan lembaga keuangan tidak bank itu sendiri bertugas menghimpun anggaran tentu tetapi penghimpunan anggaran ini tidak boleh secara langsung diberikan oleh masyarakat pada bentuk simpanan.

Biasanya lembaga keuangan bank ini dikatakan sebagai depository financial institutions yang tersusun dari Bank Perkreditan Rakyat dan Bak Umum. Sedangkan bagi lembaga tidak Bank dikatakan non depository financial institutions. Lembaga-lembaga berupa bank hingga sekarang masih berada pada sistem pernoneteran berlainan dengan lembaga tidak bank.

Perbedaan dari macam-macam lembaga keuangan ini telah dibedakan oleh Abdulkadir Muhammad yang dibedakan sebagai Lemabag Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan tidak Bank. Macam-macam nya tentu dipaparkan sebagai berikut:

Macam Lembaga Keuangan Bank

Macam Lembaga Keuangan Bank
Macam Lembaga Keuangan Bank

jenis Lembaga Keuangan Bank
Dalam Lembaga keuangan Bank ini sendiri merupakan perbankan, dimana posisi perbankan mempunyai posisi yang paling penting pada lembaga keuangan Indonesia. Hingga saat ini Indonesia menganut sistem ganda ataupun dual banking berdasarkan hukum perbankan yang berlaku.

Dalam perbankan Indonesia sendiri hingga saat ini terdapat sistem perbankan yang menggunakan bunga dan menggunakan sistem syariah. Perbedaan nya lumayan mencolok anatar 2 perbanakan dinesia itu sendiri, umumnya syariah lebih mempertimbangkan halal-haramnya serta maslahat-mudrahatnya.

1. Bank

Bank sendiri datang dari bahasa Italia yang dikatakan “Banca” ataupun benceyang berarti bangku zona duduk. Sejarah dari kata tersebut karena terhadap jaman dulu banyak para Banker yang meminjam kan uang dengan duduk di banku zona duduk yang berada dihalaman pasar.

Fungsi beda dari bank bisa berupa meminjamkan uang, penyimpanan uang, pemberian kredit, dan mengedarkan uang. tentu tetapi pengedaran uang ini sendiri cuma bisa di buat oleh bank pusat suatu negara, salah satu semisal merupakan di Indonesia pengedaran uang cuma bisa diusahakan oleh Bank Indonesia.

Pengertian kata Bank sendiri berdasarkan kamus besar Indonesia merupakan “ Bank merupakan suatu lembaga keuangan yang usahanya menghadiahkan kredit ataupun jasa dimana diusahakan pada kemudian lintas pengedaran uang.”

Sedangkan berdasarkan seorang pakar yakni Stuart Verryn mengatakan bahwa bank itu sendiri merupakan suatu badan ataupun lembaga yang memenuhi kebutuhan kredit dengan menggunakan media penukaran yakni uang yang di peroleh dari pihak lain, atau bisa juga mengedarkan uang berupa uang giral”.

Unsur-Unsur yang membentuk Bank

  1. Lembaga Keuangan, dimana posisinya lembaga keuangan ini cuma beroperasi dibidang keuangan itu sendiri. Hingga saat ini telah ditentukan apa saja yang boleh diusahakan oleh lembaga keuangan tersebut dan yang tidak boleh.
  2. Adanya izin dari pengusaha moneter, yang mana tidak beda untuk saat ini merupakan Bank Indonesia. Hal ini telah diatur pada UU No. 10 Tahun 1998.
  3. Mengumpulkan anggaran dari masyarat itu sendiri dimaksudkan sebagai sebuah bentuk simpanan dari masyarakat untuk dikelola ataupun disimpan kembali oleh Bank.
  4. Menjadi pihak ketiga celah orang yang mempunyai anggaran berlebih dengan orang yang membutuhkan anggaran lebih ataupun kekurangan dana. Hal ini bisa saja di artikan untuk yang berlebih anggaran tentu menyimpan kan nya pada bentuk tabungan, deposit, dsb. Sedangkan bagi yang kekurangan anggaran tentu mempergunakan nya seperti pada bentuk kredit, pinjaman berjangka, dan sebagainya.

2. Bank Umum

Bank lazim sendiri mempunyai fungsi yang nyaris sama dengan bank terhadap yang beda nya cuma saja mempunyai sistem ataupun dasar hukum yang sedikit berbeda. Salah satunya merupakan contoh yakni bank syariah yang menggunakan sistem syariah pada menjalankan sistem banknya.

Pengertian bank ini sendiri pun telah ditetapkan oleh Undang-Undang Indonesia, “Bank lazim merupakan bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berlandaskan prinsip syariah, yang pada kegiatannya menghadiahkan jasa pada kemudian lintas pembayaran”.

Kelebihan dari bank ini merupakan mempunyai kewenangan untuk membuat usaha-usaha kecil seperti pengembangan koperasi, menghadiahkan pengembangan terhadap pengusaha kecil ataupun menengah, pengembangan ekspor migas, dan umumnya menopang pengembangan daerah perumahan.

3. Bank Perkreditan Rakyat

Bank Perkreditan Rakyat ataupun bisa dibilang BPR merupakan suatu bank menghadiahkan batuan terhadap masyarakat-masyarakat perekonomian kecil seperti pedagang-pedagang di pasar ataupun masyarakat desa yang mempunyai keterbatasan jarak yang lumayan jauh dengan daerah perkotaan.

Fungsi lainnya umumnya mereka penyimpanan tabungan jangka panjang, ataupun yang lebih biasa dikatakan deposit berjangka. Disisi beda Bank Perkreditan Rakyat ini tidak menghadiahkan menawarkan jasa pada kemudian lintas pembayaran karenanya mereka tidak mengeluarkan uang giral.

Sistem dasar pada Bank Perkreditan Rakyat ini sendiri merupakan menggunakan sistem syariah.Dari pengertian diatas kita ketahui bahwa perbedaan dari Bank Perkreditan Rakyat dan Bank lazim merupakan Bank Perkreditan Rakyat tidak menghadiahkan penawaran berupa jasa dan mengeluarkan uang giral.

Berbeda dengan Bank lazim mereka membuat kegiatan pemberian jasa dan mengeluarkan uang giral.

Lembaga Keuangan tidak Bank

Lembaga Keuangan tidak Bank ataupun bisa disingkat sebagai LKBB merupakan suatu lembaga keuangan yang paling berlainan dengan Bank. Fungsinya sendiri merupakan lembaga ini tidak diperkenankan untuk menghimpun uang secara langsung dari masyarakat. Sebutan bagi Lembaga Keuangan tidak Bank ini merupakan non depository financial institutions.

Setelah memahami definisi dari apa itu Lembaga Keuangan tidak Bank, maka sebagai berikut Lembaga-Lembaga Keuangan tidak Bank:

1. Lembaga Pembiayaan

Lembaga pembiayaan ini sendiri merupakan penyediaan barang dana ataupun dana, dan pengertian tersebut telah di jelaskan pada Pasal 1 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009.

Dalam pasal sambungan nya juga terus Pasal 2 PP RI nomber 9 tahun 2009 menjelaskan, bahwa lembaga pembiayaan ini meliputi:

  1. Perusahaan pembiayaan.
  2. Perusahaan dana ventura.
  3. Perusahaan pembiayaan infrastruktur.

Berikut merupakan perincian dari jenis lembaga pembiayaan yang terdapat di Indonesia saat ini, sebagai berikut:

  1. Usaha Kartu Kredit
  2. Pembiayaan Konsumen
  3. Sewa Guna Usaha
  4. Anjak Piutang

2. Lembaga Asuransi

Asuransi sendiri berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang No 2 Tahun 1992 lembaga asuransi sendiri adalah

“Lembaga Asuransi ialah perjanjian antara 2 pihak ataupun lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertangung, dengan menerima iuran asuransi, untuk menghadiahkan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan ataupun kehilangan keuntungan yang diharapkan, ataupun tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin tentu diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, ataupun untuk menghadiahkan suatu pembayaran yang didasarkan terhadap meninggal ataupun hidupnya seseorang yang dipertanggungkan”

3. Pasar Modal

Dalam pasar dana ini umumnya anggaran yang dipakai merupakan anggaran pemodal dimana terjadi sebuah transaksi penjual dan pembeli, dan barang yang di perjual belikan tersebut bisa berupa surat pengakuan utang, surat obligasi, surat berharga komersial, tanda bukti utang, kontrak berjasa, dan lain-lainnya.

4. Baitul Mal Wa Tamwil (BMT)

Baitul Mal Wa Tamwil sendiri bisa dikatakan Balai Usaha Mandiri Terpadu dengan pengertian suatu lembaga keuangan kecil dimana sistem ataupun prinsip yang dipakai merupakan bagi hasil, biasanyabantuan ataupun lembaga keuangan ini lebih di fokuskan terhadap usaha mikro ataupun kaum-kaum miskin miskin supaya derajat mereka secara materi bisa lebih baik.

Konsep pada Baitul Mal Wa Tamwil ini merupakan Salaam dimana berarti keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan.

Baitul Mal Wa Tamqil ini sendiri merupakan lembaga keuangan yang berbasis syariah ataupun menggunakan hukum-hukum islam pada pengoperasian nya. Lembaga ini pun merupakan lembaga informal yang maksudnya merupakan Kelompok Swadaya Masyarakat maka dari itu berlainan dengan lembaga keuangan beda nya yang lebih formal.

Perbedaan Sistem Lembaga Keuangan Indonesia dan Sistem Lembaga Negara Lain

Diatas merupakan contoh-contoh lembaga keuangan yang terdapat di Indonesia. Lembaga keuangan yang terdapat Indonesia tidak bisa disamakan dengan keberadaan lembaga keuangan yang terdapat di luar Indonesia. Hal ini dikarenakan dari sistem ekonomi yang diterapkan di suatu negara tentu berlainan satu sama lain.

Misalnya perbedaan nya di Indonesia terdapat sistem perbankan yang menggunakan sistem konvensional dan terdapat yang menggunakan sistem syariah. Sedangkan di negara seperti Cina sistem ekonomi dan sistem pemerintah nya berbeda, sistem pemerintah di

Cina menggunakan sistem sosialis tentu tetapi sistem keuangan yang di gunakan nya merupakan liberalis.
Hal ini menimbulkan hingga saat ini lembaga keuangan yang berada di Cina paling maju. Salah satunya merupakan bursa saham di Cina saat ini sedang menguasai pasar keuangan dunia.

Apabila kita hendak membandingkan lembaga keuangan Indonesia dengan negara Adidaya Amerika, maka pasti saja tentu terdapat perbedaan satu dengan yang lainnya. Sistem ekonomi di Amerika merupakan sistem ekonomi Liberalis dari sejak berdirinya Amerika hingga sekarang.

Kekokohan sistem ekonomi Amerika ini tidak tentu diragukan karena usia dari kemerdekaan Amerika sendiri paling panjang, bursa saham, kestabilan lembaga keuangan, nilai kurs nya pun stabil.

Lembaga Pengawas Lembaga Keuangan di Indonesia

Lembaga pengawas keuangan yang terdapat di Indonesia terbilang lumayan banyak, yakni sebagai berikut:

1. Dewan Pengawas Syariah

Dewan pengawas Syariah ini lebih bertujuan dewan pengawas bagi lembaga keuangan tidak bank yang berbasis kepada Syariah. Mereka menelaah apakah suatu lembaga keuangan tidak bank yang menerapkan sistem syariah tersebut telah menerapkan syariah tersebut dengan benar ataupun belum.

2. Otoritas Jasa Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan ataupun lebih dikatakan OJK merupakan suatu badan pengawas yang terdapat di Indonesia yang bertugas untuk mengamankan anggaran investasi ataupun menghadiahkan pengawasan bagi lembaga badan keuangan yang terdapat di Indonesia. Hingga saat ini jumlah dari Otoritas Jasa Keuangan sendiri telah nyaris berada di ota-kota besar.

Lembaga Keuangan Dunia

Untuk lembaga keuangan dunia hingga saat ini di pegang oleh World Bank ataupun Bank Dunia. Tugas mereka pasti tidak beda nyaris sama dengan tugas ataupun fungsi terhadap umumnya, cuma saja konsumen mereka kebanyakan sebuah negara.

Mereka juga biasa menghadiahkan pinjaman kepada negara-negara yang terdapat di dunia yang umumnya di pegang oleh IMF ataupun international monetary fund.

Lembaga Pengawas Keuangan Dunia

Lembaga Pengawas Keuangan Dunia
Lembaga Pengawas Keuangan Dunia

Untuk lembaga keuangan dunia tentu di awasi oleh International Organization of Securities Commissions ataupun disingkat sebagai IOSC. Fungsi dari International Organization of Securities Commissions merupakan sebagai dewan pengawas lembaga keuangan yang terdapat di dunia seperti contohnya bursa saham yang mempunyai kustomer di bermacam belahan dunia.

Kesimpulan dari perincian Lembaga Keuangan di terhadap merupakan Lembaga yang mana andil paling pada bidang ekonomi di suatu negara. Di Indonesia sendiri jenis Lembaga Keuangan di bedakan sebagai lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan tidak bank.

Perbedaan dari lembaga keuangan tersebut cuma dimana adanya fungsi sebagai peran penyimpan investasi anggaran ataupun tidak. Sistem lembaga keuangan di Indonesia juga mempunyai sistem konvensional dan sistem syariah

Di dunia Internasional juga lembaga keuangan sebagai perana penting pada kestabilan ekonomi dunia. Salah satunya peran tersebut dipegang oleh Bank Dunia dengan bantuan IMF.

Dewan pengawas nya sendiri merupakan Organization of Securities Commissions mempunyai peran yang sama dengan dewan pengawas lembaga keuangan yang terdapat di Indonesia yakni sebagai dengan pengawas serta pengamanan bagi para inversto yang menginvestasikan anggaran nya pada suatu lembaga keuangan.

Lembaga keuangan

Leave a Comment