Nama Rumah Adat Dayak yang Wajib Anda Ketahui Penjelasan Lengkap!

Nama Rumah Adat Dayak yang Wajib Anda Ketahui Penjelasan Lengkap!

Rumah Adat Dayak – Indonesia negara yang kaya akan budayanya, mempunyai sekitar 17 ribu pulau dengan penduduk sendiri 250 juta yang memiliki beragam adat.

Tentu saja negara ini mempunyai bermacam-macam budaya sebut saja seperti bahasa daerah, tari adat, baju adat senjata adat, rumah adat dan masih banyak lagi karena terdapatnya beribu-ribu budaya di Indonesia yang telah menjadi ciri khas keanekaragaman kebudayan di negeri kita ini.

Maka kali ini saya akan menjelaskan rumah adat yang ada di indonesia, salah satu yang masih terkenal dan kental dengan keasliannya yaitu rumah adat kalimantan.

Rumah Adat Dayak | Rumah Betang Suku Dayak Kalimantan

Rumah Adat Dayak
Rumah Adat Dayak / situsbudaya.id

Rumah betang menjadi rumah adat khas pulau Kalimantan karena terdapat diberbagai penjuru pulau Kalimantan khususnya kalimantan tengah, dan rumah ini banyak digunakan oleh masyarakat Dayak yang berada di daerah hulu sungai, dimana hulu sungai menjadi pusat permukiman suku Dayak.

Ciri-ciri Rumah Betang Rumah Adat Dayak

Rumah Adat Dayak
Rumah Adat Dayak / id.wikipedia.org

Setiap rumah adat suatu daerah pasti memiliki ciri-cirinya tersendiri begitu juga dengan Rumah Betang. Rumah Betang memiliki bentuk panggung dan rumah yang memanjang. Panjangnya sekitar 30 sampai 150 meter dan lebarnya bisa 10 sampai 30 meter, tiangnya mempunyai tinggi sekitar 3 sampai 5 meter.

Rumah Betang sendiri dapat dihuni oleh 100 sampai 150 orang, rumah Betang bisa disebut rumah suku, karena di dalamnya ada satu keluarga besar dan dipimpin oleh seorang pemimpin suku yang disebut Pambakas Lewu.

6 Pakaian Adat Dayak yang Melegenda Wajib Anda Ketahui Terbaru!

pembuatan rumah Betang mempunyai beberapa persyaratan yaitu pada hulunya harus searah dengan matahari terbit dan hilirnya searah dengan matahari terbenam. Karena sebagai simbol kerja keras bertahan hidup dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari.

Semua suku Dayak, kecuali Dayak Punan, hidup mengembara. Tetapi mulanya mereka berdiam dalam kebersamaan hidup secara kelompokl di rumah betang/rumah panjang.

Makna dan Nilai Rumah Betang

Rumah Panjang atau Rumah Betang mempunyai arti bagi masyarakat Dayak yaitu suatu pernyataan utuh tentang tata pamong desa, organisasi sosial dan sistem kemasyarakatan didalamnya. sehingga menjadi titik kehidupan suku dayak. Berbeda dengan daerah lain yang hanya sekadar ungkapan legendaris kehidupan nenek moyang dahulu.

Nilai budaya dari kehidupan rumah panjang suku dayak, berkaitan dengan makna hidup manusia, makna pekerjaan, amal perbuatan, persepsi tentang waktu, hubungan manusia dengan alam sekitar, dan hubungan dengan sesama.

Kesimpulannya bahwa rumah betang memberikan makna lebih bagi suku Dayak. Bagi mereka rumah betang adalah pusat kebudayaan, karena disanalah kegiatan dan proses kehidupan mereka berjalan.

Rumah betang bukanlah hunian mewah dengan perabotan canggih didalamnya. Rumah betang hanyalah sebuah hunian yang cukup sederhana dengan perabotan yang seadanya. tetapi, dibalik semua kesederhanaan itu, didalamnya tersimpan banyak makna dan sarat nilai-nilai kehidupan yang baikl.

Bagi mereka rumah betang telah menjadi simbol kokoh dari kehidupan komunal yang terdapat dalam masyarakat Dayak.

Dengan hidup dan menjalani segala proses kehidupan di rumah betang, masyarakat Dayak memiliki naluri untuk hidup bersama dan berdampingan dengan masyarakat lain. Mereka suka hidup dalam komunitas harmonis yang damai, sehingga mereka berusaha keras tetap mempertahankan tradisi rumah betang.

Keinginan tersebut didukung dengan kesadaran masyarakat dayak untuk berusaha menyatukan setiap kepentingan pribadi dengan kepentingan bersama. Kesadaran masyarakat dayak berlandaskan pada alam pikiran religio magis, yang mempunyai anggapan setiap masyarakat memiliki nilai, kedudukan dan hak hidup yang sama dalam lingkungan tersebut.

Rumah betang tak hanya menjadi tempat tinggal tetapi memiliki arti lebih bagi masyarakat dayak dimana menjadi pusat segala kegiatan tradisional warga masyarakat. Jika dicermati lebih mendalam, maka kegiatan di rumah panjang lebih menyerupai proses pendidikan yang bersifat tradisional.

Tak hanya itu Rumah betang juga menjadi tempat dan sekaligus menjadi sarana yang efektif bagi masyarakat Dayak untuk membina keakraban satu sama lain, diantara masyarakat dayak.

Dalam rumah betanhlah mereka saling bertukar pikiran dan berbagi berbagai pengalaman, keterampilan dan pengetahuan. Hal tersebut menjadi mudah untuk di lakukan, walaupun saat malam hari atau saat cuaca buruk sekalipun, hal tersebut karena mereka berada di bawah satu atap, rumah yang sama.

Semua pengalaman, keterampilan dan pengetahuan masyarakat dayak, diwariskan secara lisan generasi dari generasi. Karena suasana kehidupan rumah panjang yang harmonis, membuat setiap penghuni dengan senang hati dan terbuka kepada penghuni lainnya dalam memberikan suatu ilmu mengerjakan sesuatu. Hal tersebut, berlaku juga untuk kelompok lain yang berasal dari luar rumah betang.

Seni Tradisional, Rumah Adat Dayak

Selain menjadi tempat tinggal Rumah betang juga menjadi pusat kegiatan tradisional masyarakat dayak. Jika mengamati secara lebih teliti, maka kegiatan di rumah betang sama dengan proses pendidikan tradisional. Setiap masyarakat juga mempunyai tugas masing-masing atau tugas mengerjakan seni tradisional suku dayak.

Pria suku dayak sangat terampil dalam ngamboh (pandai besi), mengukir dan berburu sedangkan wanitanya terampil dibagian mengayam dan menenun.

Ketrampilan yang dimiliki masyarakat dayak didapat dari kelompok-kelompok kecil dalam rumah adat, karena hal tersebut lebih mudah untuk menambah ketrampilan dan pengetahuan yang ada, sehingga mereka bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar, semua itu dilakukan karena jika mereka tidak mempunyai ketrampilan dan pengetahuan maka mereka dianggap seorang pemalas di kalangan masyarakat dayak.

Bagian-bagian Rumah Betang, Rumah Adat Dayak

Karena terdapat kepercayaan suku Dayak tentang peletakan bagian ada ketentuan khusus maka bagian dalam pada Rumah Betang dibagi menjadi beberapa ruangan yaitu:

Pusat bangunan disini para orang berkumpul untuk melakukan bermacam-macam kegiatan, seperti kegiatan keagaman, kegiatan sosial masyarakat dan untuk rapat.

Ruang tidur, Rumah Adat Dayak

Ruang tidur dalam rumah adat betang harus disusun berjajar sepanjang rumah. Dalam pembagian ruang tidur pun ada aturannya, ruang tidur anak dan orang tua harus berbeda karena ada ketentuan masyarakat di mana ruang tidur anak terakhir berada di ujung hilir sungai.

Sedangkan ruang tidur orang tua di ujung hulu sungai. Maka ruang tidur antara orang tua dan anak terakhir tidak boleh diapit dan jika hal tersebut dilanggar maka semua penghuni akan mendapat petaka.

Dapur, Rumah Adat Dayak

Bagian dapur rumah adar dayak harus menghadap ke sungai, karena menurut kepercayaan agar rezeki lancar.

Tangga, Rumah Adat Dayak

dalam rumah adat Betang, tangganya harus ganjil, umumnya jumlahnya ada 3 disetiap ruangan yaitu di ujung kiri dan kanan serta di depan, untuk ungkapan solidaritas

Pante, Rumah Adat Dayak

lantai untuk menjemur padi, biji-bijian, atau untuk upacara adat. Berada didepan rumah dan lantainya dari bahan bambu atau belahan batang pinang.

Serambi, Rumah Adat Dayak

Di bagian depan serambi, apabila ada upacara adat maka akan dipasang tanda seperti bambu yang kulitnya diarit kecil-kecil.

Jungkar, Rumah Adat Dayak

Jungkar adalah ruangan tambahan yang berada di belakang bilik keluarga masing-masing dimana atapnya menyambung dengan atap rumah betang. Jungkar terletak di sebelah tangga masuk atau keluar bagi suatu keluarga, kegunaannya keluar dari rumah agar tidak mengganggu tamu yang ada didalam rumah.

Gambar Rumah Adat Dayak

Rumah Betang Palangka Raya

Rumah Adat Dayak
Rumah Adat Dayak / Rumah Betang Palangka Raya (Merza Gamal/d’Traveler) / news.detik.com

Replika Rumah Betang di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah

Rumah Adat Dayak
Rumah Adat Dayak / republika.co.id

Rumah Betang Buntoi

Rumah Adat Dayak
Rumah Adat Dayak / budparpulpis.wordpress.com

Rumah Betang di Pantai Ujung Pandaran Sampit

Rumah Adat Dayak
Rumah Adat Dayak /sketsahss212.blogspot.com

Penutup

Inilah Penjelasan Rumah Adat Papua. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena sudah meluangkan waktunya untuk membaca artikel kami. Dan juga kami mohon maaf bila terdapat suatu kesalahan dalam penulisan, baik itu salah dalam penulisan maupun ada kata-kata yang menyinggung hati kalian semua.

Saya harap teman-teman semua tidak bosan dengan konten di portal salingamanah. Sampai jumpa di postingan yang selanjutnya, bye-bye !!!

Rumah Adat Dayak

Leave a Comment

%d bloggers like this: