6 Pakaian Adat Dayak yang Melegenda Wajib Anda Ketahui Terbaru!

6 Pakaian Adat Dayak yang Melegenda Wajib Anda Ketahui Terbaru!

Pakain Adat Dayak – Hallo Sahabat Amanah, kali ini kami akan membahas tentang Pakaian Adat Dayak. Oke sahabat, bukan hanya hutan yang terbentang luas yang menyuplai kebutuhan oksigen manusia atau perkebunan yang turut berkontribusi terhadap negara kita.

Sahabat, perlu anda ketahui bahwasannya tidak karena suku-suku saja yang ada, di Kalimantan pun turut menjadi sorotan seperti, Tidung, Berau, Paser, Kutai, Banjar, Dayak, dan Melayu. Akan tetapi dari semua suku yang berada di Kalimantan, suku Dayaklah yang menjadi pusat perhatian karena memliki ciri khas yang unik dan tidak terpisahkan dari pulau yang di juluki Borneo ini.

Untuk msalah nama Dayak sendiri merupakan pemberian dari orang-orang yang menghuni daerah pesisir Borneo sana, kepada orang-orang yang menghuni pedalaman Kalimantan. Kata Dayak itu berasal kata Kenyah yang memiliki arti Hulu sunagi atau pedalaman. Jadi tidak heran kita jika sebagian masyarakat suku Dayak tinggal di sekitar sungai yang membelah pedalaman kalimantan.

Sahabat, Dayak sendiri meiliki sub-suku terbesar di pedalaman Kalimantan seperti Dayak Ngaju yang letaknya di Kalimantan Tengah, Dayak Barito yang berdiam di sepanjang Sungai Barito dan Dayak Kenyah di kalimantan Timur.

Oke sahabat amanah, Suku Dayak telah memiliki pakaian adat yang khas di mana mereka bisa memadukan antara warna dasar gelap, merah marun atau biru tua dengan ornamen yang berupa ukiran-ukiran dari berbagai suku lain yang berada di Indonesia.

Untuk pakaian adat suku Dayak ini memiliki nama tersendiri untuk pakaian laki-laki dan perempuan. Kalau laki-laki pakaian adat suku ini dengan nama Sapei sapaq, sedangkan kalau pakai perempuan namanya ta’a.

Pakaian Adat Dayak Masa Lampau

Pakaian Adat Dayak
Pakain Adat Dayak / Sumber Image: syahidhas.com

Jaman dulu, Pakaian Adat Dayak masih mempertahankan fungsi esensial, yaitu untuk melindungi tubuh dari terik panas sinar matahari maupun dari udara dingin. Akan tetapi, Pakaian Adat Dayak ini juga memiliki fungsi sebagai Sosial Cultural atau sebagai identitas yang menunjukkan kesukuan, sama dengan halnya sengan sapei dan ta’a yang telah merupakan identitas dari suku Daya itu sendiri.

Sahabat, suku Dayak telah menunjukkan dengan sapei dan ta’a tidak hanya sebagai identitas saja, akan tetapi di masa lalunya penggunaan pakaian adat masa-masa itu menjadi sebuah lambang untuk status sosial meraka.
Selain itu, suku Dayak masa dulu mengapresiasikan kecintaan meraka terhadap alam dan mencurahkannya di pakaian adat. Untuk menghormati dan menghargai alam yang mereka huni.

Pakain adat suku Dayak dibuat dengan memadukan dengan bahan-bahan yang alami yang berada disekitar hunian mereka seperti, kayu nyapu yang nanti akan di cat dan diberi corak sesuai dengan keyakinan para pemakainya.

Oleh karena itu, suku adat Dayak membuat pakaian adat berbahankan bulu burung dan memiliki corak-corak alam yang indah bila dipandang mata. Oleh sebab itu, merak ingin mengeprisikan kecintaan mereka terhadap alam sekitarnya.

Baju Adat Sebagai Simbol Kebeseran

Pakaian Adat Dayak
Pakain Adat Dayak / Sumber Image: syahidhas.com

Pakaian Adat Dayak juga memiliki fungsi lain yaitu sebagai menetukan status kebesaran sosial seseorang. Oleh karena itu pada Pakaian Adat Dayak merupakan tolak ukur status seseorang terletak pada motifnya. Ta’a dan sapai sapaq yang memiliki motif tumbuh-tumbuhan itu, biasanya itu dipakai oleh masyarakat biasa.

Keduanya juga telah memiliki beberapa motif ukiran hewani, terutama harimau dan enggang dan baiasanya diperuntukan kepada kaum bangsawan.

Untuk masalah motif-motifnya Pakaian Adat Dayak juga memiliki fungsi lain diantaranya, memberikan kasta pda pakaiannya itu sendiri. Dikarenakan motifnya tersebut Pakaian Adat Dayak mulai dikenal oleh dunia karena corak dan warnanya yang sangat unik sekali.

Daftar Nama Pakaian Adat dan Penjelasannya

Pakaian Adat Dayak
Pakain Adat Dayak / Sumber Image: ragamseni.com

Sahabat, Abai Kaboq ini merupakan sapai sapaq dimana dikenakan oleh kaum adam berupa celana panjang dan tentunya atasannya itu tanpa lengan seperti rompi, biasanya warna dasarnya hitam dan warna lain seperti warna putih, kuning, merah.

Bukan itu saja biasannya pakaian adaya Dayak yang dipakai oleh kaum adam akan dilengkapi dengan asesoris berupa mandau dan perisai yang berfungsi untuk perlindungan. Sahabat, Dayak sendiri telah memiliki perisai, dimana perisai tersebut berbentuk persegi panjang dengan kedua ujungnya runcing dan juga diukir berbeda-beda, tergantung dari kelas sosial pemegangnya.

Sedangkan dengan mandaunya merupakan senjata tajam yang merupakan senjata tradisioanal dari Kalimantan. Untuk bentuknya tidak jauh dari senjata parang. Akan tetapi untuk membedakan antara parang dan mandau adalah pada ukirannya, yang telah menjadi ciri khas suku Dayak.

Untuk Pakaian Adat Dayak wanita yang disebut ta’a itu ada dua bagian, yang pertama sapai inoq dan yang kedua ta’a. Kalau ta’a itu setelan terdiri dari atasan, untuk sapei inoq itu adalah biasannya berwarna hitam dan tanpa lengan.

Sedangkan rok yang dipakai oleh wanita Dayak disebut ta’a juga memiliki panjang sampai lutut. Warna dari rok yang dipakai oleh wanita adat Dayak warna dasarnya gelap hitam, biru tua dengan warna ukirannya putih, merah dan kuning.
Jikalau adat laki-laki suku Dayak dilengkapi dengan perisai dan mandau, untuk wanita duku Dayak memakai aksesoris yang berupa da’a. Apa itu da’a? Da’a adalah ikatan kepala khas suku Dayak yang telah dibuat dari anyaman rotan atau daun pandan dengan dihiasi bulu enggang.

Sahabat biasanya cakar binatang buas serta manik-manik ditambahkan di bagian da’a untuk mempercantik tampilannya. Sahabat amanah, kali ini kami akan menjelaskan 6 Pakaian Adat Dayak yang wajib anda ketahui. Saya akan menjelaskan asal pakaian khas suku Dayak :

1. Pakaian Adat Suku Ngaju

Pakaian Adat Dayak
Pakain Adat Dayak / Sumber Image: shahnazdeyana.blogspot.co.id

Yang pertama adalah Pakaian adat suku ngaju. Sahabat, sudah tahu suku ngaju? Suku ngaju merupakan sebutan dari penduduk Dayak yang mendiami wilayah Kalimantan Tengah. Tidak ada beda dari suku Dayak lainnya, suku Dayak ngaju memiliki pakaian tradisional sendiri yang dianggap oleh suku Dayak sebagai simbol peradapan masyrakat di daerah tersebut.

Kelangkapan pakaian untuk kaum laki-laki yang dikenakan adalah berupa rompi, dan kain penutup bagian bawah sebatas lutut. Untuk ikat kepala berhiaskan bulu enggang, ikat pingang, kalung manik-maik dan terakhir gelang tangan.

Kaum wanita sementara kelengkapannya dikenakan berupa baju rompi, kain (rok pendek), ikat pinggang, gelang tangan, ikat kepala berhiasan bulu enggang serta kalung manik-manik.

Sahabat, perlu Anda ketahui untuk pembuatan busana tersebut menggunakan kulit kayu siren, ada juga yang menggunakan kayu nyamu dengan dibubuhi corak, warna dan hias yang diilhami oleh masyrakat Dayak yang telah dimitologi dan diyakini yang berkembang di masyrakat untuk mempercantik pakaian mereka. Selain dari kayu, suku Dayak membuat busana dari serat alam yang disebut pakaian adat kai tenun halus.

2. Pakaian adat Kalimantan Timur Sapai Sapaq

Pakaian Adat dayak
Pakain Adat Dayak / Sumber Image: riotuasikal.com

Yang kedua Pakaian Adat Dayak sapai sapaq. Dayak kenyah merupakan sub-suku Dayak yang mayoritas menduduki provinsi Kalimantan timur. Suku ini juga memiliki pakaian adat adata yang sangat populer. Pakaian itu diberi nama pakaian adat ta’a dan sape sapaq.

Untuk pakaian adat seorang wanita namanya ta’a, pakaian ini terdiri dari da’a, sedangkan da’a merupakan semacam ikat kepala yang terbuat dari pandan, baju atasan inog dan roknya ta’a. Pakaian adat sapai sapaq merupakan pakaian adat yang dikenakan oleh kaum laki-laki.

Sahabat, bedanya dari kedua terletak pada atasan yang dipakai berbentuk rompi, serta memakai celana dalam yang ketat dan aksesoris senjata tradisional khas Kalimantan Timur yang disebut Mandau untuk senjatanya. Corak pakaian adat Kalimantan Timur sangat beragam dan bervariasi. Corak burung enggang dan harimau biasanya dipakai oleh kaum bangsawan dan untuk rakyat jelata biasanya coraknya tumbuhan.

3. Pakaian Adat Kalimantan Timur Kustin

Pakaian Adat Dayak
Pakain Adat Dayak / Sumber Image: 7hpenaburgs.blogspot.co.id

Yang ketiga Pakaian Adat Dayak kalimantan timur kustin. Sahabat, nama kustin merupakan pakaian adat Kalimantan Timur yang biasanya dipakai oleh suku kutai. Pakaian ini biasanya dipakai oleh golongan menengah ke atas untuk pakaian resmi dalam upacara pernikahan dimasa silam.

Nama Kustin bersal dari bahasa kutai yang artinya busana. Sahabat, palaian ini terbuat dari bagah beludru yang berwarna hitam. Untuk lengan bajunya didesain panjang dan kerahnya tinggi serta dadanya dihiasi dengan pasmen.
Para laki-laki bila mengenakan pakaian adat Kustin biasanya dibadukan dengan celana panjang yang sudah dipasangi dengan dodot rambu bundar berhiasan lambing wapen.

Untuk pakaian adat wanita kustin berupa kelibun kuing, dimana pakain itu dibuat dari sutra dan meraka menghiasi rambutnya dengan hiasan yang menyerupai sanggul adat jawa.

4. Pakaian Adat Dayak Bulan Kuurung dan Pakaian Adat Bulang Burai King

Pakaian Adat Dayak
Pakain Adat Dayak / Sumber Image: syahidhas.com

Yang keempat Pakaian Adat Dayak Bilan Kuurung, pakaian dayak yang satu ini telah dibagi menjadi beberapa jenis.
Yang pertama baju yang didesain dengan lengan pendek atau disebut dengan (dokot tangan), yang kedua baju dengan desain lengan panjang atau bisa juga disebut dengan (lengke), pada umunya baju ini sering dipakai oleh para duku dayak.

Pakaian Adat Kalimantan Timur selanjutnya ialah Bulung Burai King. Baju ini biasanya digunakan pada waktu upacara adat dayak. Sahabt, pakaian yang satu ini memiliki ciri-ciri tertentu yang terdapat pada manik-manik serta bulu burung yang dibentuk dengan baik sehingga kelihatan rapi, menarik, indah sehingga terlihat sangat cantik bila dilihat.

5. Pakaian Adat Miskat | Pakain Adat Dayak

Pakaian Adat Dayak
Pakain Adat Dayak / Sumber Image: youtube.com

Yang kelima Pakaian Adat Dayak Miskat. Sahabat Amanah, dari empat pakaian adat dayak di atas, baju miskat merupakan paling terpopuler. Pemerintah telah menetapkan bahwasannya pakaian baju miskat telah ditetapkan sebagai baju PNS Kalimantan Timur dan dipakai pada hari tertentu.

Baju ini tampak seperti baju Cina, dimana atasannya baju kurung, bawahnya panjang dan dihiasi kain yang bermotif batik yang diletakkan di pinggang.

6. Pakaian Baju Anyaman Tikar | Pakain Adat Dayak

Pakaian Adat Dayak
Pakain Adat Dayak / Sumber Image: tradisikita.my.id

Yang keenam pakaian adat dayak anyaman tikar, Pakaian luarnya baju ini biasanya dihiasi atau ditempel dengan tulang, ukiran kayu dan kerang. Pakaian ini masyarakat adat Kalimantan Tengah pada zaman dahulu digunakan untuk pakaian perang.

Sekian pembahasan dari kami, mengenai Pakaian Adat Dayak. Semoga pemaparan dari kami cukup sangat jelas dan lengkap sehingga bisa menambah wawasan untuk kami khususnya, umunya untuk Anda semua, terima kasih.

Pakaian Adat Dayak

Leave a Comment

%d bloggers like this: