Rumah Adat Lampung, Tradisi, Budaya, Nama, Gambar, dll, Penjelasannya [LENGKAP]

Rumah Adat Lampung, Tradisi, Budaya, Nama, Gambar, dll, Penjelasannya [LENGKAP]

Rumah Adat Lampung – Hallo sahabat amanah? Bagaimana Kabanya semua? Semoga kalian semua dalam lindungan Tuihan Yang Maha Esa, Aamiin. Sahabat Amanah, Kali ini Admin akan membahas tentang rumah adat Lampung.

Sahabat, Lampung merupakan sebuah provinsi yang terletak paling ujung di Pulau Sumatera. Di masa lampau, provinsi yang satu menjadi tujuan transmigrasi yang paling utama bagi masyarakat Jawa pada umumnya.

Maka dari itu, selain dihuni oleh suku asli Lampung, beberapa suku pendatang seperti Jawa, Sunda, Bugis, Bali, dan lain sebagainya kini juga bermukim dan membaur di sana bahkan bersanak di sana.

Meskipun dihuni oleh masyarakat dengan kebudayaan yang homogen, budaya asli Lampung sendiri hingga kini masih tetap bertahan dan kependiriannya masih kuat.

Rumah Adat Lampung

Di antara budaya Lampung tersebut yang masih tetap lestari misalnya budaya arsitektur yang dapat dijumpai pada bangunan rumah adat/tradisinya sendiri. Rumah adat/tradisi Lampung atau yang bernama Nuwou Sesat adalah bukti eksistensi suku asli Lampung di masa kelam.

Ada beberapa keunikan sendiri yang bisa kita temukan dari rumah adat/tradisi yang pupuler ini. Di sini lah akan kita bahas keunikan tersebut satu persatu! Rumah Adat/tradisi Lampung Nuwou Sesat yang menjadi nama rumah adat/tradisi Lampung berasal dari 2 kata, yaitu Nuwou yang berarti rumah dan sesat yang berarti adat/tradisi/budya.

Nuwou Sesat sebetulnya mempunyai fungsi utama sebagai balai atau tempat pertemuan bagi seluruh warga kampong yang ada di sekitar(purwatin).

Struktur Rumah Adat Lampung

Rumah Adat Lampung
Rumah Adat Lampung / adat-tradisional.blogspot.com

Bentuk Rumah Adat/tradisi Lampung Nuwou Sesat secara bentuk hampir sama dengan rumah adat/tradisi suku asli Sumatera lainnya. Rumah adat/tradisi Lampung ini berbentuk panggung dengan bahan utama berupa kayu atau papan yang berbagai ukuran.

Bentuk rumah panggung pada rumah Nuwou Sesat pada masa silam ditujukan sebagai upaya untuk menghindari serangan binatang buas yang ada di sekitar bagi penghuninya.

Khalayaknya diketahui bahwa dahulu hutan-hutan di Lampung memang mengandung kekayaan hayati yang tinggi, sehingga memungkinkan berbagai jenis binatang buas tinggal berdampingan dengan manusia yang ada di sekitarnya.

Tidak hanya itu, bentuk panggung juga sengaja digunakan sebagai desain rumah tahan bencana alam gempa.

Rumah Adat Lampung
Rumah Adat Lampung / adat-tradisional.blogspot.com

Seperti yang diketahui, beberapa daerah di Lampung juga dikenal berada di lempeng perbatasan antar benua sehingga sering mengalami bencana alam gempa.

Dengan bentuk rumah panggung, dibutuhkan sebuah tangga sebagai akses keluar masuk ke dalam rumah.

Dalam adat/tradisi Lampung, tangga tersebut bernama Ijan Geladak. Dan Tangga ini di terletak di bagian depan rumah sehingga sering kali dihiasi dengan ukiran-ukiran etnik Lampung untuk mempercantik penampilan bagian tampak depannya.

Bagian tampak depannya rumah adat/tradisi Lampung umumnya juga akan dilengkapi dengan emper kecil yang bernama anjungan khas Lampung.

Rumah Adat Lampung
Rumah Adat Lampung / adat-tradisional.blogspot.com

Anjungan berperan sebagai tempat pertemuan kecil atau sebagai tempat bersenda guraunya penduduk setempat. Adapun bagian dalamnya, rumah Nuwou Sesat terdiri atas beberapa ruangan dengan perannya masing-masing.

Beberapa ruangan tersebut antara lain Pusiban (ruang tempat musyawarah/Diskusi).
Tetabuhan (wadah penyimpanan alat-alat musik tradisional dan pakaian adat/tradisi Lampung), Gajah Merem (wadah Penyimbang beristirahat), dan Kebik tengah (wadah tidur untuk anak penyimbang).

Rumah Adat Lampung
Rumah Adat Lampung / adat-tradisional.blogspot.com

Filosofi Rumah Adat Lampung dan Penjelasannya

Filosofi Rumah Adat/tradisi Lampung dan Penjelasannya Salah satu yang menjadi keunikan dari rumah adat/tradisi Lampung adalah beragam Hiasan yang sering dipajang di setiap dinding rumahnya.

Hiasan-Hiasan ini berisi petuah yang diambil dari kitab kuno peninggalan leluhur Lampung yang memiliki nama kitab Kuntara Raja Niti.

Kitab ini memiliki beberapa doktrin yang wajib dianut oleh setiap keturunan suku Lampung itu sendiri.

Beberapa doktrin dari kitab tersebut yakni:

  1. Pill-Pusanggiri. Doktrin timbulnya rasa malu/isin ketika melakukan sebuah kesalahan atau perbuatan yang buruk, baik menurut norma agama maupun norma adat/tradisi.
  2. Juluk-Adek. Doktrin bagi mereka yang telah memiliki gelar adat/tradisi agar dapat bersikap dan berkeperibadian yang bisa menjadi panutan.
  3. Nemui-Nyimah. Doktrin untuk selalu menjaga tali silaturahmi antar sanak keluarga dan selalu bersikap ramah pada para tamunya.
  4. Nengah-Nyampur. Doktrin untuk selalu menjaga hubungan baik dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat.
  5. Sakai-Sambaian: Doktrin saling tolong menolong dan bergotong royong dalam setiap pekerjaan.
  6. Sang Bumi Ruwa Jurai. Doktrin untuk tetap bersatu meski saling berbeda. Doktrin ini menyatukan suku Lampung adat/tradisi Pepadun dan adat/tradisi Sebatin sehingga keduanya saling menghormati satu sama lain, Penerimaan yang baik dari masyarakat Lampung terhadap para pendatang juga didasari atas doktrin ini.

Macam-macam Rumah Adat Lampung

Rumah adat/tradisi masyarakat Lampung ada bebera macam. Secara umumnya rumah tradisional Lampung berbentuk panggung (rumah di atas tiang). Hal ini sesuai keadaan alamnya yang banyak sungai.

Rumah adat/tradisi Lampung dibangun tidak berdasar arah mata angin, tetapi mengikuti alur sungai yang berjalan. Setiap bangunan rumah didirikan membelakangi sungai dengan pola deretan memanjang (rapat) tanpa batas halaman yang tersedia.

Bagian yang berda belakang rumah juga tanpa lapisan (batas) seirama lekuk-lekuk alur sungai. Tidak ada kamar mandi dan kakus karena orang Lampung melakukan kedua kegiatan tersebut langsung di sungai.

Rumah Adat Lampung Nuwou Sesat

Rumah Adat Lampung
Rumah Adat Lampung / tradisikita.my.id

Adapun yang digunakan sebagai icon rumah adat/tradisi Provinsi Lampung yakni rumah sesat (nuwou sesat). Rumah sesat merupakan balai pertemuan adat/tradisi antar marga. Di tempat inilah para purwatin (penyimbang adat/tradisi) mengadakan pepung adat/tradisi (musyawarah).

Jika ingin masuk ke dalam rumah tersebut melalui sebuah tangga yang dinamakan jambat agung atau lorong agung. Oleh sebab itu, rumah ini juga disebut Sesat Balai Agung.

Di atas lorong agung tersedia tiga buah payung berwarna putih, kuning, dan merah yang bersimbol kesatuan masyarakat Lampung. Payung putih sebagai lambang tingkat marga, payung kuning sebagai tingkat kampung, dan payung merah sebagai tingkat suku.

Setiap rumah sesat juga terdapat lambang burung Garuda yang merupakan perlambang marga Lampung itu sendiri. Dahulunya burung garuda ini merupakan kendaraan Dewa Wisnu. Namun saat digunakan untuk duduk pengantin sewaktu peresmian perkawinan adat/tradisi.

Rumah Adat Lampung Nowou Balak

Rumah Adat Lampung
Rumah Adat Lampung / modelkursi.co

Jenis rumah adat lainnya yaitu nuwou balak. Rumah adat ini merupakan tempat tinggal para kepala adat/tradisi (penyirnbang adat/tradisi). Berbeda sama rumah rakyat biasa, yang tanpa beranda rumah kepala adat/tradisi ini dikelilingi oleh beranda.

Rumah yang memilki ukuran 30 m x15 m ini mempunyai dapur yang terpisah dengan bangunan induknya. Connection nya sebuah bangunan yang mirip jembatan. Bagian atap rumah di bentuk macam perahu terbalik melintang yang terbuat dari ijuk enau.

Rumah induk nuwou balak terbagi atas dua ruang perjumpaan, satu ruang pertemuan keluarga, dan delapan dinding/kamar. Lima antara delapan kamar yang ada diperuntukan bagi tempat tinggal istri pertama di nikahi.

Emper bagian depan tidak berdinding sama sekali. Di depan emper ada tangga yang menghubungkan sama permukaan tanah. Di posisi bawah samping tangga terdapat garang hadap, yaitu tempat untuk mencuci kaki dan meletakkan alas kaki sebelum naik ke atas rumah.

Sedangkan itu, untuk rumah tradisional rakyat biasa dujuluki nuwou lunik. Ciri khas utama rumah ini yaitu emper hanya terdapat di pintu masuk sebelah tangga serta tidak mempunyai dapur yang terpisah.

Tempat dapur menyatu dengan rumah induknya. Rumah berukuran besar, namun sangat sederhana ini hanya ada dua kamar. Dua kamar tersebut diperuntukkan bagi anak pertama dan kedua dengan asumsi tidak akan ada anak ketiga. Bentuk atapnya lebih variatif dan inovatif. Selain berbentuk perahu terbalik melintang, ada juga yang seperti limas.

Contoh Gambar Rumah Adat Lampung

1. Rumah Adat Lampung Pepadun

Rumah Adat Lampung
Rumah Adat Lampung / modelkursi.co

2. Rumah Adat Lampung Saibatin

Rumah Adat Lampung
Rumah Adat Lampung / modelkursi.co

3. Rumah Adat Lampung Timur

Rumah Adat Lampung
Rumah Adat Lampung / modelkursi.co

Penutup

Nah Sahabat Amanah, Demikianlah Penjelasan Rumah Adat Lampung, Budaya Lampung, Tradisi Lampung, Gambar Rumah Lampung, Struktur Rumah Lampung, Filosofi Rumah Lampung yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat untuk Anda semua.

Rumah Adat Lampung

Leave a Comment

%d bloggers like this: